122 Dokter PTT Siap Bertugas di Seluruh Penjuru Indonesia

dokterAceh Selatan News | Jakarta – Kesehatan Nafsiah Mboi melepas 122 dokter dan dokter gigi pegawai tidak tetap periode 1 September 2013 di Jakarta yang akan dikirim ke berbagai daerah.

“Kehadiran para dokter dan dokter gigi ini sudah dinanti-nantikan masyarakat di daerah, oleh karena itu bekerjalah dengan hati dan penuh cinta kasih,” kata Menkes dalam sambutannya saat pelepasan para dokter di gedung Kementerian Kesehatan Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu (28/8).

Para dokter dan dokter gigi PTT yang sukarela menjalankan program ini mendapatkan pembekalan langsung dari Menkes tersebut merupakan dokter PTT dari provinsi DKI Jakarta yang terdiri atas 86 dokter umum dan 36 dokter gigi.

Dokter-dokter tersebut akan dikirim ke berbagai lokasi di seluruh Indonesia terutama di fasilitas pelayanan kesehatan terpencil dan sangat terpencil untuk bertugas selama dua tahun.

Selain di Jakarta, pelepasan dokter dan dokter gigi PTT tersebut juga dilakukan di serentak di 12 provinsi lainnya oleh Kepala Dinas Kesehatan atas nama gubernur setempat.

Total PTT untuk periode 1 2013 di seluruh Indonesia adalah 927 dokter dan dokter gigi yang terdiri atas 696 dokter umum dan 231 dokter gigi.

PTT tersebut pengangkatannya dilakukan melalui mekanisme pendaftaran online di www.ropeg-kemenkes.or.id yang dibuka dalam dua tahap.

Tahap 1 dilakukan pada tanggal 15-20 Juli sedangkan tahap 2 dilakukan tanggal 31 Juli- 3 Agustus.

Menkes mengingatkan para dokter dan dokter gigi tersebut untuk dapat bertugas sebaik-baiknya dan tidak meninggalkan pos pelayanannya yaitu puskesmas di daerah terpencil dan sangat terpencil.

“Jadi awas kalau ada yang meninggalkan puskesmas. Saya pikir anda semua telah memilih untuk mengabdi di tempat terpencil,” ujar Menkes.

Selain itu, Menkes juga mengatakan para dokter dan dokter gigi PTT itu juga akan mendapatkan prioritas jika suatu saat mengambil spesialis.

Hal tersebut dijelaskan Menkes bahwa pelayanan primer merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dengan tindakan-tindakan preventif dan dapat mengurangi anggaran untuk kuratif (penyembuhan).

“Program kesehatan seperti imunisasi, gizi baik maupun program-program posyandu sangat penting untuk dilakukan. Begitu juga dengan diagnostik tahap awal dan perawatan di tahap awal yang masih murah, belum membutuhkan peralatan canggih,” papar Menkes.

Dengan sifat keikutsertaan yang sukarela, Kementerian Kesehatan tidak dapat lagi memaksakan dokter untuk mengikuti program PTT namun Menkes berharap agar para dokter terutama yang baru lulus dapat mengikuti program tersebut sebagai ajang menimba pengalaman serta pengabdian.(liputan6)

Komentar