6 Gampong di Trumon Belum Terjangkau Jaringan Telekomunikasi

BBM Penyebab Jaringan Tak Berfungsi di Gayo
Ilustrasi

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Sarana komunikasi seperti telepon selular (HP) sekarang ini, bukanlah barang langka lagi. Karena, rata- rata alat komunikasi tersebut sudah dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Aceh Selatan. Hanya, saja ada beberapa kawasan terpencil di daerah penghasil pala itu belum terkoneksi jaringan telekomunikasi.

Ketiadaan koneksi jaringan telekomunikasi tersebut dialami oleh masyarakat di dua Kemukiman dalam Kecamatan Trumon yakni, Kemukiman Trumon meliputi Gampong Ie Meudama, Gampong Seneubok Jaya dan Gampong Teupin Tinggi. Serta Kemukiman Bulohseuma yang terdiri dari Gampong Kuta Padang, Gampong Tengoh dan Gampong Rakit.

Sedikit beruntung dialami warga di tiga gampong dalam Kemukiman Trumon, karena masih bisa memanfaatkan jaringan Telkomsel yang telah berdiri dipusat ibu kota kecamatan, meski frekwensinya sangat rendah. Hal hasil, warga disana harus mencari lokasi yang tepat untuk bisa tersambung jaringan Telkomsel.

Berdasarkan lawatan Aceh Selatan News di Kemukiman Trumon, Sabtu (5/8/2017), jaringan komunikasi tiba-tiba saja menghilang. Namun, di lokasi tertentu, sinyal di HP kembali muncul, tetapi dalam kondisi rendah. “Sinyal HP disini sangat buruk, juga belum sepenuhnya terjangkau, jika kita ingin melakukan hubungan komunikasi harus terlebih dahulu mencari lokasi yang tepat,” kata seorang warga Gampong Ie Meudama.

Sementara, Kechik Gampong Ie Meudama, Muzakir AT mengatakan, tidak adanya jaringan telekomunikasi dialami dua kemukiman dalam Kecamatan Trumon. Sebelumnya, pihaknya pernah mengusulkan untuk dibangunnya tower, tetapi hingga kini belum terjawab.

“Kita pernah mengusulkan dibangunnya tower untuk bisa menjangkau dua pemukiman ini, namun mungkin karena tower itu wewenang perusahaan, makanya usulan itu kandas begitu saja,” ucapnya.

Ia melanjutkan, selama ini masyarakat hanya memanfaatkan sinyal dari pancaran tower Telkomsel yang terpasang di pusat Kecamatan Trumon, tetapi dalam kondisi sangat rendah. “Untuk melakukan hubungan ke luar sangat sulit, apalagi untuk memasang wi-fi di kantor,” tuturnya.

Konon lagi, tambahnya, sekarang ini sarana internet di setiap kantor keuchik sudah menjadi kebutuhan untuk lancarnya adminisdrasi via online. “Kita ingin seperti daerah-daerah lain yang dapat terjangkau jaringan telekomunikasi,” imbuhnya, seraya berharap agar adanya perhatian pihak Telkomsel maupun Indosat untuk membangun tower di kawasan itu.(Ran)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*