60 Menit Bersama Misbah ‘Sang Pendobrak’




IMG-20170520-WA004Aceh Selatan News | Kluet Utara – Misbah S.Ag namanya belakangan ini mulai banyak dibicarakan baik dikalangan akar rumput hingga kalangan elit politik, Munculnya sosok Misbah tidak terlepas dari keberaniannya muncul kepermukaan dan menyatakan maju menjadi orang nomor 1 di Aceh Selatan dalam pesta demokrasi 2018 nanti.

Hari ini, Sabtu (20/5/2017) sekira pukul 11.30 WIB Aceh Selatan News berkesempatan melakukan wawancara eksklusif selama 60 menit bersama Misbah di kediamannya, Gampong Simpang Empat, Kluet Utara.

Mengawali pembicaraan ia mencerita bahwa pada 2013 lalu ia sempat mengikuti konvensi untuk calon Bupato yang diselenggarakan Partai Aceh (PA) mesti ia sempat gagal dan ditawari mendampingi almarhum Muhammad Nasir yang diusung PA saat itu namun rencana itupun kandas.

Ditahun selanjutnya 2014 dia kembali sempat dimunculkan untuk calon legislatif namun saat itu terbentur dengan masa kerja yang baru 16 tahun sehingga tidak bisa mengajukan pensiun dini.

Kenapa kami menyebutnya ‘sang pendobrak’ ? Ini karena keberaniannya mengambil resiko ditengah dilema perpolitikan Aceh Selatan bahkan ia mengakui dalam rencananya maju banyak yang memandangnya sebelah mata namun itu tak membuatnya gentar untuk terus maju.

“Saya tetap komit menjadi orang nomor 1 di Aceh Selatan. Walaupun banyak yang memandang sebelah mata itu hak politik masing-masing. Aceh Selatan harus kita rubah agar tidak selalu terbelakang,” tekad pria kelahiran 31 Desember 1965 itu.

Dia juga memaparkan pandangan politiknya, “Politik di Aceh Selatan mulai terbiasa dan identik dengan uang. Kalau uang segala-galanya maka banyak kader yang akan ‘terbunuh’ mesti memiliki kapasitas tapi lemah secara finansial.”

Namun ia tidak membatah jika uang perlu untuk oprasional,”Saya tidak pernah mengedapankan uang, buktinya saya terus bergerak kalau saya tidak memiliki uang tidak mungkin saya bisa bergerak,” sambungnya.

Misbah sangat menyadari konsekuensi politik yang ia ambil, bahkan mundur dari pegawai negeri sipil (PNS) sudah ia pikirkan dari jauh-jauh hari.

“Saya hari ini tumbal saya siap keluar dari PNS, saya kalau kalahpun saya kalah terhormat,” tegasnya berapi-api.

Dia meyakini saat ini banyak orang se-ide dengannya dan siap berada disampingnya hingga pertarungan mencapai puncak nanti.

“Kita bersama orang-orang yang memiliki konsep dan ide memajukan Aceh Selatan, menjaga generasi dan memberikan solusi-solusi.”

Saat ditanya peta politik dan kekuatannya, Misbah hanya menjawab diplomatis. “Masalah kekuatan, yang tahu siapa pergaulan saya adalah saya, jadi kekuatan yang saya bangun adalah kekuatan bersama,” ujarnya optimis.

Untuk naik menuju ‘BL 1 T’ nanti Misbah telah borkomitmen untuk menggunakan jalur independen dengan mengumpulkan KTP sebagai tanda dukungan dan ini sudah mulai ia sosialisasikan setiap kali pertemuan tatap muka dengan masyarakat.

“Saya komit akan naik melalui independen, InsyaAllah KTP juga sudah mulai dikumpulkan. Saya menargetkan kalangan menengah ke bawah,” katanya lagi.

Bahkan, Misbah mengklaim kalau dirinya sudah melakukan pertemuan diseluruh kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan untuk menampung aspirasi masyarakat dan menyampaikan keinginannya maju sekaligus meminta dukungan. Hal ini menurut Misbah juga datang dari tim akar rumput yang tersebar di seluruh wilayah sehingga gagasan pertemuan selalu datang dari rekan-rekan yang se-ide.

“Saya sudah melakukan pertemuan di seluruh kecamatan dan di setiap kecamatan ada orang yang memback up. Dalam setiap pertemuan saya tidak menjanjikan apa-apa yang sampaikan hanya saya akan memperhatiakan masyarakat sesuai dengan wilayah dan kebutuhan masyarakat,” bebernya.

“Bupati Aceh Selatan tidak ada dua ‘man jada wa jadda’ siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapat. Jika pun ini saya kalah itu semua karena kehendak Allah,” sambungnya.

Misbah berharap 2018 harus lahir pemimpin yang dekat rakyat dengan membawa misi-misi menyejahterakan masyarakat.

“Misi utama saya adalah memajukan pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Selanjutnya memperhatikan mata pencararian masyarakat dan yang tidak kalah pentingnya menyelamatkan generasi dan memberikan peran kepada generasi,” pungkasnya.

Misbah S.Ag merupakan Pegawai dibawah jajaran Kementrian Agama saat ini menjabat sebagai Kepala sekolah MAN Unggul Tapaktuan terhitung sejak 2016 lalu. Sebelumnya Kepala MAN Kluet sejak 2013-2016, Kepala MAS Kluet Utara 2007-2009 dilanjutkan 2009 saat sudah Negeri hingga 2013.

Selain itu juga aktif dipergerakan pertanian terjun langsung menajdi Ketua kelompok tani Sapee Paket, Gampong Simpang Empat 2006-2012.(Iy)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*