Abu Armia Dikukuhkan Jadi Ketua MPU Asel Masa Khidmat 2014-2019

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Tgk Armia Ahmad — atau Abu Armia– dan Tgk Zaimansyah mengucapkan sumpah jabatan dalam rapat paripurna pengukuhan Ketua dan wakil Ketua Majelis Permusywaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Selatan, Pergantian Antar Waktu (PAW) Selasa (29/8/2017) di gedung DPRK Aceh Selatan.

Pengukuhan Abu Armia menggantikan ketua MPU Aceh Selatan sebelumnya Tgk Attarmizi Hamid yang saat ini menjadi anggota MPU provinsi Aceh. Pengukuhan sesuai SK Bupati yang dibacakan sekretaris MPU Zamzamy Surya dan berlaku sejak 2 Juni 2017.

Dalam kata sambutan perpisahannya Attarmizi Hamid menyampaikan permohonan maaf dan meminta pamit untuk mengabdi di MPU Aceh.

“Kami mohon pamit kepada Forkopimda dan seluruh masyarakat Aceh Selatan untuk menjalankan tugas ditempat kami yang baru. Semoga kami bisa bekerja dengan baik dan sesuai dengan harapan kita semua. Sekali lagi saya mohon izin dan meminta maaf kepada seluruhnya dalam kepemimpinan selama menjabat ketua MPU Aceh Selatan.

Ketua MPU Aceh Selatan yang baru Abu Armia menyampaikan terimakasih kepada Bupati Aceh Selatan yang telah memfasilitasi acara pengukuhan dan kepada seluruh anggota DPRK yang telah mengizinkan pemakaian tempat.

“Dari lubuk hati kami yang paling dalam, Kami mengucapkan terimakasih kepada bupati yang telah memfasilitasi acara ini dan ketua dewan yang telah mengizinkan menggunakan tempat,” ujar Abu Armia.

Dilanjutkannya, Saat menjabat ketua MPU Tgk Attarmizi Hamid telah banyak melakukan hal-hal yang terbaik untuk Aceh Selatan.

“Kami bersama jajaran MPU mengucapkan terimakasih kepada Tgk Attarmizi dan meminta maaf seluruh khilaf dan salah. Semoga Tgk Attarmizi bisa berbakhti ditempat yang baru,” ucap Abu Armia.

Sementara Bupati Sama Indra menyampaikan selamat kepada ketua MPU yang baru dikukuhkan dan terimakasih kepada pengabdian Tgk Attarmizi.

“Kami sangat berharap MPU bisa melanjutkan dan meningkat program-program karena MPU adalah tempat ulama berkumpul dari sanalah lahir kesejukan-kesejukan,” ujar Sama Indra.

Sama Indra berharap MPU selalu memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.

“Semoga dengan ada Waled Marhaban dan Tgk Tar di MPU Aceh bisa melahirkan fatwa-fatwa untuk Aceh Selatan. Karena seperti kita ketahui sejak kami menjabat banyak aliran-aliran yang aneh seperti yang terjadi di Sawang dan Labuhanhaji,” pungkasnya.

Dalam kesempatan Bupati Sama Indra juga menyerahkan ‘bungong jaroe’ kepada Tgk Attarmizi sebagai kenangan-kenangan.(Iy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*