Aceh Selatan News Sesalkan Komentar Miring Warga Siurai-Urai




IMG-20170501-WA016Aceh Selatan News | Tapaktuan – Pemberitaan kondisi abrasi di Gampong Siurai-urai dan Koto Indarung yang diinisiasi PPWI Aceh Selatan, Media LintasAtjeh.com dan Aceh Selatan News dengan mengunjungi langsung ke dua Ganpong tersebut langsung mendapatkan respon positif dari Pemkab Aceh Selatan.

Bupati Aceh Selatan, HT. Sama Indra SH dalam kesempatan wawancara dengan Aceh Selatan News, Minggu (30/04/2017), seusai acara penutupan TTG ke-XII mengatakan akan menggelontorkan dana sebesar Rp 20 miliar untuk mengatasi abrasi kedua gampong tersebut bersumber dari APBA 2017. Selain itu, Pemkab akan membangun akses jalan dari Koto Indarung hingga Lawe Sawah, Kecamatan Kluet Timur, menggunakan dana APBK 2017.

Namun kabar gembira tersebut tak dinikmati lama karena dikotori dengan komentar miring yang diposting salah satu warga Siurai-urai di akun facebook bernama Juli Seurai. Akun facebook Juli Seurai menuliskan komentar di akun facebook salah satu anggota PPWI Aceh Selatan yang memposting pemberitaan Aceh Selatan News berjudul “Pemerintah Gelontorkan 20 Miliar Untuk Tangani Abrasi Siurai-Urai dan Koto Indarung” yang diunggah akun Haes Hajuna Sembiring, Minggu (30/04/2017) pukul 21.45 WIB. Dalam komentarnya, Juli Seurai menuliskan, “Jangan menjul atas nama desa untuk mendapatkan daging mamegang”.

Bukan hanya itu, di akun facebook wartawan Aceh Selatan News, Sahidal Andriadi lebih parah komentar menggunakan bahasa daerah Kluet, seperti ini:”Kadang cerok bodoh karno mamegang nguh nenoh supayo lot penukor daging megang”. Lebih kurang maknanya “Kadang kata saja karena meugang sudah dekat supaya ada pembeli daging meugang”.

Komentar tersebut, sangat bernada melecehkan dan diduga merendahkan Tim PPWI Aceh Selatan, Media LintasAtjeh.com dan Aceh Selatan News yang telah melakukan peliputan langsung serta membuat pemberitaan.

Pimpinan Redaksi Aceh Selatan News, Ihsan Yunadi, S.Kom sangat menyayangkan komentar bernada miring yang diarah ke tim yang turun ke Siurai-Urai dan Koto Indarung.

“Kita sangat sayangkan ditengah upaya kita bersama teman-teman sedang mengangkat keluh kesah warga disana malah ada yang berpikiran negatif bahkan bernada menghakimi,” sesalnya.

Komentar itu sudah sangat mengganggu karena dilontarkan tidak hanya sekali tapi hingga dua kali.

“Saya pikir persoalan ini harus segera diluruskan demi menjaga semua pihak dan menghindari tidak melenarnya persoalan ini,” tegasnya.

Sememtara itu, Keuchik Siurai-Urai, Cut Min membenarkan pemilik akun facebook itu merupakan warganya dengan nama Muhammad Juli namun ia mengaku tidak mengetahui motif warganya itu menulis demikian. Dia turut menyesalkan tingkah warganya yang dinilai asal bicara.

“Saya merasa sangat terbantu dan mengucapkan terimakasih kepada bapak-bapak (PPWI, Lintas Atjeh dan Aceh Selatan News) yang telah datang ke Gampong kami (Siurai-Urai), M Juli atau akun facebook Juli Siurai itu memang benar warga saya tapi saya tidak tau maksudnya apa ngomong begitu, saya sangat menyayangkan komentarnya,” ujar Cut Min.(Red)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*