Akhirnya, Pelaku Khalwat Kembali Dicambuk di Tapaktuan




Aceh Selatan News | Tapaktuan – Setelah gagal menjalani eksekusi cambuk sebanyak 25 kali yang di laksanakan di teras Mesjid Dahrul Ihsan, Kecamatan Samadua pada Selasa 12 September 2017 lalu, akhirnya pelaku mesum yang tak lain oknum PNS, Firdaus kembali menjalani eksekusi, Kamis (28/9/2017).

Namun, proses eksekusi kali ini berlangsung di teras Mesjid Agung Istiqamah Tapaktuan. Acara tersebut turut dihadiri Asisten III Setdakab Aceh Selatan, Ir. H. Said Azhar, Kepala DSI, H. Muhammad Rasyid, S.Ag, MM, Kasatpol PP dan WH, Drs. Rahmat Nuddin, M.Si, perwakilan Mahkamah Syariah dan disaksikan ratusan warga Tapaktuan.

Eksekusi cambuk yang dijalani Firdaus yang merupakan warga Gampong Lhok Bengkuang Timur, Kecamatan Tapaktuan tersebut, nyaris gagal untuk kedua kalinya, karena disaat diperiksa kesehatannya oleh tim medis dr Risva Azmi menjelang eksekusi, tensi darahnya tidak stabil.

Menurut keterangan, tim medis saat itu menyarankan PNS yang sekarang bertugas di Kantor Camat Samadua itu jangan dulu menjalani eksekusi. Tetapi ia menyatakan sudah siap untuk menjalani eksekusi sebanyak 25 kali tersebut. Ia dieksekusi karena melanggar Pasal 25 Ayat (1) Jo Pasal 23 Ayat (1) dengan vonis cambuk sebanyak 25 kali. 

Selain Firdaus, Robby Harlis Juandi, warga Gampong Ujung Pasir, Kecamatan Kluet Selatan juga kembali menjalani eksekusi cambuk sebanyak 170 kali. Namun ia hanya mampu menjalani eksekusi cambuk dihitungan 69 kali.

Sebelumnya, Khairul Fhazil, warga Gampong Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur menjalani eksekusi cambuk sebanyak 75 kali dari vonis 80 kali karena dipotong masa tahanan 129 hari. Tetapi ia mampu bertahan disaat algojo mengayunkan cambuk rotan ditubuh belakangnya itu dari hitungan 1 kali hingga 75 kali.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Aceh Selatan, Zainul Arifin, SH kepada wartawan mengatakan, Robby, uqubat ta’zirnya sebanyak 175 kali dan telah menjalani eksekusi cambuk untuk kedua kalinya dengan hitungan 69 kali.

“Robby melanggar pasal 50 Qanun No. 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, di vonis 175 kali dipotong dengan masa tahanan, eksekusi selanjutnya nanti juga akan di potong dengan masa tahanan yang telah dijalaninya,” jelasnya. (Ran)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*