Aliran Sungai Kluet Ancam Koto Indarung dan Pasi Merapat




Sejumlah rumah penduduk Gampong Koto Indarung terlihat sedang digerus erosi sungai Kluet pasca banjir bandang
Sejumlah rumah penduduk Gampong Koto Indarung terlihat sedang digerus  erosi sungai Kluet pasca banjir bandang
Sejumlah rumah penduduk Gampong Koto Indarung terlihat sedang digerus erosi sungai Kluet pasca banjir bandang

Tapaktuan – Abrasi sungai Kluet yang kian mengacam disepanjang aliran sungai seperti penduduk Gampong Koto Indarung Kecamatan Kluet Tengah dan Gampong Pasi Merapat Kecamatan Kluet selatan, Aceh Selatan, membuat masyarakat setempat mendesak percepatan pembangunan tanggul pengaman abrasi sungai di dua Gampong tersebut.

Terlebih memasuki musim penghujan, warga Gampong Koto Indarung dihinggapi gelisah dan was-was, bila banjir tiba karena aliran deras sungai kian mendekat ke rumah penduduk.

“Warga sangat kecewa, disebabkan telah lama mengharapkan pembangunan tanggul sepanjang 2,5 kilometer disepanjang tebing sungai, namun  sampai hari ini belum  juga terujud,” ujar  Bakri (36),  warga Kluet Tengah, kepada acehselatan.com di Tapaktuan, Sabtu (18/10).

Sejauh ini, lanjutnya, abrasi yang melanda gampong Koto Indarung telah membuat puluhan rumah penduduk terancam rusak, diterjang  banjir bandang, bahkan beberapa unit bangunan rumah telah dibongkar oleh pemiliknya.

“Satu unit rumah warga terpaksa dibongkar pemiliknya dan puluhan rumah warga lainnya juga akan mengalami hal serupa,” lanjutnya.

Geuchiek Gampong Koto Indarung, Bahrunsyah ketika dikonfirmasi acehselatan.com secara terpisah melalui telepon selulernya mengakui, pasca banjir bandang yang melanda  puluhan rumah penduduk, membuat warga resah, apalagi sekarang memasuki musim penghujan.

Adapun rumah warga yang terimbas pasca bencana banjir bandang diantaranya masing-masing yakni, rumah Adami (58), Ali Damin (50), Bingkari (54), Dainan (45), Darwis (45), Awaluddin (50), M. Nur (50), Sarikin (42), dan rumah Jamaluddin (42).

“Kami sangat mengharapkan pembangunan tanggul tersebut dapat diprogramkan pada tahun anggaran 2015 mendatang, sehingga warga tidak lagi cemas apabila banjir datang,” harapnya.

Senada dengan itu, Anggota DPRK Aceh selatan, Mirwan menyebutkan di Gampong Pasi Merapat setidaknya 3 rumah harus direlokasi dalam tahun 2014 ini, “ sebelumnya sudah banyak yang terkena abrasi namun direlokasi secara swadaya oleh pemiliknya,” Ujar Politisi PKB tersebut.

Lebih lanjut ia berharap pemerintah Provinsi dan pusat agar segera merelokasikan pembangunan tanggul agar abrasi sungai mampu terbendung,” jika tidak segera di tangani bias lebih buruk kondisinya,” tambah Mirwan.(em/red).

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*