APBK-P Aceh Selatan Tahun 2017 Rp 1.573 Triliun Lebih

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Perubahan Aceh Selatan Tahun Anggaran 2017 direncanakan sebesar Rp. 1.573.573.285.257, 32-, meningkat sebesar Rp. 114.424.440.035,32- atau 7,84 persen dibandingkan dengan APBK murni sebesar Rp 1.459.148.845.222,-.

Terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 150.724.388.642,32,-, dana perimbangan sebesar Rp 969.702.869.000.- dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp. 453.164.027.615,-.

Hal itu disampaikan Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra, SH dalam pembukaan rapat paripurna DPRK Aceh Selatan dalam rangka penyampaian nota keuangan dan rancangan qanun tentang Perubahan APBK Aceh Selatan Tahun Anggaran 2017, berlangsung di Gedung DPRK, jalan Syech Abdurra’uf, Tapaktuan, Senin (25/9/2017).

Rapat paripurna yang di pimpin oleh Ketua DPRK Aceh Selatan, Teuku Zulhelmi beserta Wakil Ketua I dan II, Syahril, S.Ag dan Mulyadi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekda H. Nasjuddin, SH, MM, para Asisten, Staf Ahli, para Kepala SKPK, para Kepala Bagian Setdakab serta undangan lainnya.

Bupati Sama Indra mengatakan, belanja daerah direncanakan dalam APBK-P Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 1.618.647.972.933,64-, meningkat sebesar Rp 147.499.127.711,64- atau 10,03 persen dibandingkan dengan APBK murni yang hanya sebesar Rp 1.471.148.845.222,-.

Belanja daerah tersebut dialokasikan untuk yaitu, (1) Belanja Tidak Langsung direncanakan dalam APBK-P Tahun Anggaran 2017 sebdsar Rp 854.850.459.147,64-. (2) Belanja Lansung direncanakan dalam APBK-P Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 763.797,513.786,-.

“Penerimaan pembiayaan daerah direncanakan dalam APBK-P Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 45.074.687.676,32- yang merupakan silpa tahun anggaran 2016 yang telah diaudit oleh BPK-RI Perwakilan Provinsi Aceh dan telah disepakati antara eksekutif dan legislatif pada sidang paripurna terdahulu,” jelas Bupati Sama Indra.

Dikatakan, hal-hal yang menjadi prioritas pada APBK-P ini meliputi yaitu Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Bidang Pertanian, Bidang Kelautan dan Perikanan, Bidang Pekerjaan Umum Serta Perumahan dan Pemukiman.

“Kita tetap fokus merubah dan memperindah Kota Tapaktuan sebagai Ibu Kota Kabupaten Aceh Selatan sebagai upaya menjadikan Kota Tapaktuan sebagai destinasi wisata dan kebudayaan. Disamping itu kita juga memprioritaskan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kecamatan. Kita tentu lebih mendahulukan pembangunan fisik yang mendesak karena keterbatasan anggaran tidak mungkin kita penuhi semua keinginan masyarakat dalam satu tahun anggaran ,” ujarnya.(Ran)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*