Babak Baru Khasus Perambahan Hutan Meukek

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Penyidik Polres Aceh Selatan kembali menetapkan tersangka baru terkait kasus perambahan hutan di kawasan pegunungan Jambo Batee, Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

Setelah sebelumnya operator beko berinisial H ditetapkan sebagai tersangka, kali ini giliran HI dan TH yang harus berurusan dengan hukum.

Kejari Aceh Selatan, melalui Kasi Intel membenarkan hal tersebut dimana pihak kejaksaan telah menerima 2 SPDP tambahan tersangka. Berkas TH, pemilik lahan masuk ke Kejaksaan pada tanggal 1 November, sedangkan HI SPDPnya diterima pada 9 November 2017.

Penetapan tersangka baru itu merupakan hasil pemeriksaan tambahan yang dilakukan penyidik atas tindak lanjut dan petunjuk dari jaksa peneliti terhadap perkara saudara H, operator beko.

Namun penetapan ketiga tersangka oleh penyidik kepolisian bukanlah hal biasa-biasa saja, hal itu sempat mengejutkan publik Aceh Selatan, pasalnya ketiga tersangka itu disebut-sebut adalah orang dalam lingkaran HT. Sama Indra, Bupati Aceh Selatan, bahkan ada juga yang mengatakan mereka adalah kerabat Bupati.

Terkait persoalan tersebut Benny Syuhada, S.IP, M.Si, mantan kabid sospol hamas periode 2010-2012 angkat bicara. Dia mengatakan jika benar lahan yang dirambah itu benar milik Bupati Aceh selatan seperti yang di isukan belakangan ini, maka hal itu sangat mencederai hati masyarakat Aceh Selatan.

“Seorang kepala daerah harusnya memberi contoh suri tauladan bagi masyarakatnya, bukan malah membuat daerah semakin gaduh akibat kasus perambahan hutan ini, penyidik harus mengusut tuntas sehingga memiliki kejelasan hukum jika memang bupati tidak terlibat tentu ini juga bisa mengambalikan nama baik bupati,” ungkap Benny kepada Aceh Selatan News, Senin (21/11/2017).

Dikatakannya, kasus perambahan hutan sangat bertentangan dengan kebijakan gubernur Aceh, yaitu Aceh Green, adanya kebijakan moratorium penebangan hutan lindung di Aceh.

“Saya mengapresiasi tim penyidik polres dan kejari Aceh Selatan dan KPH IV Subulussalam yang sudah bekerja keras mengungkap kasus ini, saya kira kasus ini perlu dikembangkan, siapa saja yang memang terlibat dan kemungkinan adanya penambahan tersangka dalam kasus ini,” tandassnya.(red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*