Pemerintahan /  -

BFLF Aceh Apresiasi Kebijakan Bupati Sama Indra

Oktober 19th, 2017 | Posted in Pemerintahan | |
2017-11-24 22:18

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Ketua BFLF Aceh, Michael Oktaviano mengapresiasi kebijakan Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra, SH yang menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor. 30 tahun 2016 terkait kewenangan lokal berskala gampong di Kabupaten Aceh Selatan.

Dan Perbup Nomor : 140/832/2017 tentang Program Kegiatan Memasyarakatkan Donor Darah di gampong-gampong yang ditujukan kepada Keuchik di seluruh Kabupaten Aceh Selatan.

Diterbitkannya Perbup tersebut diharapkan untuk menjadi pedoman agar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) Tahun Anggaran 2018 dan seterusnya supaya setiap gampong memprogramkan kegiatan berupa sosialisasi dan penyuluhan tentang donor darah.

Selain itu, program pemberian makanan tambahan secara rutin bagi pendonor darah, layanan Kader donor darah (insentif bulanan) yang bertugas mendata pendonor darah aktif atau pasif, serta melakukan fasilitasi atau pendampingan bagi pendonor darah.

“Kita beri apresiasi atas kebijakan bupati, karena kebijakan ini adalah yang pertama di Aceh dan di Indonesia. Ini adalah bentuk kepedulian yang tinggi dari setiap komponen dan tingkatan yang ada di Pemerintahan Kabupaten Aceh Selatan dalam menjawab kegelisahan semua anak bangsa akibat terbatasnya pemenuhan kebutuhan transfusi darah bagi pasien yang membutuhkan,” ujarnya, Kamis (19/10/2017).

Michel berharap, semoga langkah yang diambil oleh Bupati Sama Indra dapat dilakukan di kabupaten/kota lainya. Sebab, melalui Perbup tersebut, gerakan kemanusiaan yang bersifat saling membantu adalah solusi yang sangat tepat dalam mengatasi kekurangan stock darah yang secara nasional mencapai 1,2 juta kantong darah setiap tahunnya. Hal itu selalu disampaikan oleh wakil presiden yang juga sebagai Ketua Umum PMI Pusat, H.M. Jusuf Kalla.

“Seandainya Perbup dan muatan surat Bupati ini diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se Indonesia, maka hal ini (kelangkaan darah) sangat mudah teratasi. Disamping itu, menurut buku profil perkembangan kependudukan Provinsi Aceh, ada sekitar 92% masyarakat Aceh tidak mengetahui golonngan darahnya dan tidak bisa memastikan validasi golongan darah di dalam elemen data yang ada di Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El),” ungkap Michael.

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.