BNNK Aceh Selatan Tes Urine Terhadap SKPK dan Instansi Vertikal

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan melaksanakan tes urine terhadap Satuan Perangkat Kerja Kabupaten (SKPK) dan Instansi vertikal, guna menguji indikasi pemakaian Narkotika dan obat  – obat terlarang dijajaran instansi masing – masing.

Kepala BNNK Aceh Selatan, Nuzulian, S.Sos kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa (5/12/2017) mengatakan, kegiatan tes urine telah dilaksanakan oleh 22 instansi pemerintah dan instansi vertikal.

Mekanisme penyediaan alat tes urine disiapkan oleh masing – masing instansi. Karena, dari 22 instansi yang telah melaksanakan tes urine, 8 instansi,  item kegiatannya masuk dalam  Dipa BNNK Aceh Selatan. Sementara,  14 instansi lainnya menyediakan sendiri alat – alat tes urine.

Adapun 8 instansi tersebut, Kodim 0107/ Asel, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, Sekretariat DPRK, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Kantor Camat Sawang dan Kantor Camat Labuhanhaji.

“Sementara dari 8 instansi ini, 7 instansi telah melaksanakan tes urine, sedangkan  1 instansi lagi akan menyusul melaksanakannya,” ujarnya.

Sementara, Kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat pada BNNK Aceh Selatan, Sasmita Angraini, Amd.Far menjelaskan, hasil tes ureni yang telah dilaksanakan di masing – masing instansi,  tingkat indikasi pemakaian Narkotika atau obat terlarang sangat – sangat sedikit.

“Artinya, hasil indikasi pemakaian Narkotika dijajaran SKPK di lingkungan Pemkab Aceh Selatan sangat minim. Ada terindikasi positif tetapi bukan pemakai, melainkan terindikasi menggunakan resep anjuran dokter, seperti obat tidur atau obat penenang,” jelasnya.

Sasmita Angraini menambahkan, untuk   hasil seluruh tes urine dijajaran SKPK diserahkan langsung kepada Kepala SKPK masing – masing. Tes urine yang dilakukan bukan untuk ranah hukum. “Melainkan sebagai pencegahan dan memutus tali rantai peredaran Narkotika di daerah ini,” imbuhnya.(Ran)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*