Pemerintahan /  -

Bupati Aceh Selatan Terapkan Pola Mati Satu Tumbuh Seribu

Maret 11th, 2014 | Posted in Pemerintahan | |
2017-11-24 22:21
Tanaman Pala
Tanaman Pala

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra, SH  segera menerapkan pola  peremajaan tanaman pala secara besar-besaran, melalui program mati satu tanam seribu pohon, guna mengakhiri keresahan petani di daerah itu.

Pola itu diterapkan, menyusul belum ditemukannya formula pembasmi hama jamur akar dan batang (JAB) yang menyerang tanaman pala, berdasarkan hasil penelitian Tim Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitri) Sukabumi, Jawa Barat, belum lama ini.

Selain itu, sesuai dengan rekomendari Tim Balitri, Pemkab Aceh Selatan juga akan menggalakkan program penanaman terpadu, dengan cara menyelingi tanaman penyegar lainnya seperti kopi dan kakao, di sela-sela tanaman pala.

“Dengan demikian diharapkan, dampak serangan hama yang ditakuti petani pala ini, bisa ditekan sekecil mungkin,”kata bupati melalui Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Aceh Selatan, Ir.H.Said Azhar kepada Waspada di Tapaktuan, Senin (10/3/2014).

Mantan Kadis Kehutanan dan Perkebunan Aceh Selatan itu meminta para petani di daerahnya tidak resah. Masih banyak upaya yang bisa dilakukan seperti program peremajaan serta menyelingi tanaman dengan tanaman produkstif lainnya, sebagaimana rekomendasi Tim Balitri.

Said mengakui kekuatiran dan keresahan petani pala ini memang sangat beralasan, setelah 1.182 hektar tanaman pala musnah diserang hama dalam beberapa tahun terakhir. Sementara seluas 6.082 hektar tanaman pala yang baru diremajakan, kini dalam posisi terancam serangan penyakit jamur.

Tanaman komoditi ekspor ini merupakan sumber penghidupan mayoritas warga Aceh Selatan. “Jika tanaman peremajaan ini ikut terserang, kita tidak mengetahui bagaimana nasib warga di daerah ini nantinya,”kata Said.

Sebelumnya sejumlah petani mengaku resah akibat belum ditemukan obat pembasmi hama JAB yang menyerang tanaman pala mereka belakangan ini. Meski jenis hama lainnya berupa ulat penggerek batang dan bubuk cabang, bisa diatasi melalui injeksi.

Sementara Ketua Tim Balitri Rubiyo, didampingi Iskandar Mirza Gulam Acmad (penuyuluh) dan Yulius Ferry (peneliti), merekomendasikan satu-satunya solusi sementara memperkecil serangan hama JAB, harus digalakkan pengelolaan tananaman terpadu, dengan cara menyelingi tanaman penyegar seperti kopi dan kakao, di sela-sela tanaman pala yang diremajakan.(pemkabas)

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.