Bupati Lakukan Peletakan Batu Pertama Mesjid Terapung

IMG-20170522-WA023Aceh Selatan News | Tapaktuan – Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra, SH melakukan peletakan batu pertama pembangunan mesjid terapung, An Nur di reklamasi patai Tapaktuan atau Taman Pala Indah II, Gampong Pasar, Senin (22/5/2017) sekira pukul 15.00 WIB.

Kemudian disusul  oleh Wakil  Bupati  Aceh Selatan, Kamarsyah, S.Sos, MM. Peletakan batu pertama tersebut sebelumnya  dilakukan pertama kali oleh beberapa  Tokoh Ulama di Aceh Selatan.

Pembangunan mesjid terapung menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) melalui APBK Tahun 2017 Rp. 2,3 miliar. Dana tersebut meliputi untuk pembangunan lantai dan bagian atas mesjid.

Bupati Sama Indra dalam kata sambutannya mengatakan, pembangunan mesjid terapung An Nur bertujuan untuk merubah wajah Aceh Selatan. Dimana dengan berdirinya mesjid apung ini, nantinya akan menjadi daya tarik bagi wisatawan, maupun para musafir yang singgah di Tapaktuan.

“Kehadiran mesjid ini bukan untuk menyaingi Mesjid Agung Istiqamah Tapaktuan. Hanya saja jika ada musafir maka bisa shalat di mesjid terapung sambil beristirah menikmati keindahannya,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Selatan, H. Muhammad Rasyid, S.Ag, MM dalam laporannya menjelaskan, pembangunan mesjid terapung dari sumber dana Otsus melalui APBK Tahun 2017 senilai Rp. 2,3 miliar.

“Jadi tidak benar kabar yang berhembus di luar yang mengatakan bahwa biaya pembangunan mesjid apung ini sebesar Rp. 12 miliar. Biaya yang ada Rp. 2,3 miliar untuk pembangunan lantai dan atas mesjid,” jelasnya.

Sementara, lanjutnya, untuk pembangunan mesjid terapung memerlukan tiang pancang sebanyak 248 unit. Dengan jumlah titik pemancangan sebanyak 124 titik. Satu titik pemancangan terdiri dari 2 tiang panjang.

“Satu unit harga tiang pancang ukuran 8 meter dipasaran Rp. 7.500.000. Satu titik membutuhkan 2 tiang pancang, maka untuk satu titik membutuhkan biaya Rp.15 juta dan ini belum ada anggarannya,” rincinya.(Ran)

Komentar