Bupati Pimpin Lelang Tiang Pancang Mesjid Terapung

18558825_1739766762718549_4391355227285682598_oAceh Selatan News | Tapaktuan – Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra, SH melakukan lelang terbuka untuk pengadaan tiang pancang pembangunan mesjid terapung An-Nur yang tidak terinput dalam anggaran.

Sebagaimana laporan Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Selatan, H. Muhammad Rasyid,  bahwa anggaran untuk mesjid terapung sebesar 2,3 Milliyar dari sumber dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2017, hanya untuk pembangunan lantai dan atas mesjid,  tidak termasuk tiang pancang.

Atas kekurangan anggaran untuk bahan tiang pancang sebanyak 124 titik atau 248 tiang pancang,  maka Bupati Sama Indra mengajak seluruh jajarannya maupun pihak ketiga  untuk membantu dengan ikhlas.

“Untuk itu, saya awali dulu, saya akan menanggung 5 titik atau 10 unit tiang pancang,” kata Sama Indra pada acara prosesi peletakan batu pertama mesjid terapung An-Nur di reklamasi pantai  Taman Pala Indah II, Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Senin (22/5/2017) sore.

Selanjutnya, dia mengarah kepada Kamarsyah, S.Sos, MM, selaku Wakil Bupati Aceh Selatan. Serta merta Kamarsyah ikhlas akan menanggung 4 titik atau 8 tiang pancang. Begitu juga giliran H. Nasjuddin, SH, MM, Sekda,  mendapat penawaran dari orang nomor satu di Aceh Selatan itu, bersedia akan menanggung 3 titik atau 6 tiang pancang.

Kemudian, Bupati Sama Indra menawarkan kepada Kepala SKPK dan para Camat serta Kepala Bagian (Kabag) Sekdakab Aceh Selatan. Maka hasil “lelang” disertai ajakan bersedekah oleh Bupati Sama Indra tersebut, sehingga terkumpul sebanyak 60 titik atau 124 tiang pancang.

“Camat dari 18 kecamatan harus bisa dapat 9 titik, berarti 2 Camat 1 titik, Kabag Kantor Bupati ada 11 harus bisa 4 titik,” ungkap Sama Indra.

Setelah tidak ada lagi yang menawar, lalu Sama Indra selanjutnya meminta keikhlasan pihak ketiga atau donatur untuk mencukupi kekurangan tiang pancang mesjid terapung. “Untuk mencukupi kekurangan ini, mana tahu ada donatur yang ikhlas menyumbang, maka  nantinya dapat menghubungi saya,” ujarnya.

Bupati Sama Indra dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan jajaran pemerintahan yang sudah memberikan bantuan untuk kecukupan  anggaran pembangunan mesjid terapung An-Nur. “Atas keikhlasan kita semua, semoga pembangunan mesjid terapung ini dapat terlaksana sesuai rencana,” ucapnya.

Sebelumnya Kepala DSI Aceh Selatan, Muhammad Rasyid dalam laporannya menjelaskan, pembangunan mesjid terapung dari sumber dana Otsus melalui APBK Tahun 2017 Rp. 2,3 miliar.

“Jadi tidak benar kabar yang berhembus di luar yang mengatakan bahwa biaya pembangunan mesjid apung ini sebesar Rp. 12 miliar. Biaya yang ada Rp. 2,3 miliar untuk pembangunan lantai dan atas mesjid,” jelasnya.

Sementara, lanjutnya, untuk pembangunan mesjid terapung memerlukan tiang panjang sebanyak 248 unit. Dengan jumlah titik pemancangan sebanyak 124 titik. Satu titik pemancangan terdiri dari 2 tiang panjang.

” Satu unit harga tiang pancang ukuran 8 meter dipasaran Rp. 7.500.000. Satu titik membutuhkan 2 tiang pancang, maka untuk  satu titik membutuhkan biaya Rp.15 juta,” rincinya.(Ran)

Komentar