Bupati Sama Indra Bangkitkan Kejayaan Dayah di Aceh Selatan

IMG-20170522-WA000Aceh Selatan News | Tapaktuan – Keberadaan Dayah atau Pesantren tempat santri menempuh pendidikan non formal di Kabupaten Aceh Selatan, mendapat perhatian serius oleh Bupati HT Sama Indra SH, dengan melakukan gebrakan pemberdayaan ekonomi Dayah dengan memplot anggaran operasional.

Tak tangung-tangung untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi itu, Bupati Sama Indra meminta kepada 8 Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk mengsinkronisasikan hal-hal bersifat pemberdayaan ekonomi terhadap Pesantren tersebut.

“Saya ingin, setiap Dayah di Aceh Selatan ini memiliki kios sebagai usaha ekonomi, seperti Dayah di Trumon yang mempunyai usaha berupa kebun sawit,” kata Bupati Sama Indra dalam acara silaturrahmi Ulama dengan Umara, bertempat di Gedung Pertemuan Rumoh Agam, jalan Nyak Adam Kamil Tapaktuan, Senin (22/5/2017).

Ia melanjutkan,  tujuan program  pengembangan ekonomi Dayah, agar  ekonomi Dayah tidak tergantung semata mata dari plot anggaran pemerintah. Karena,   di Aceh ini berlaku UUPA, maka sumber anggarannya  dari Provinsi Aceh.

“Maka dengan dana itu kita manfaatkan untuk membangkitkan mutu pendidikan dayah. Kedepan seluruh Dayah di Aceh Selatan ini sesuai tipe harus mendapat biaya operasional dari Pemkab Aceh Selatan. Dengan mendapat biaya operasional maka pesantren tersebut sudah bisa masuk auditor untuk mengaudit dana Dayah yang bersumber dari APBK,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sama Indra menyatakan berkeinginan membangun kembali pembangunan Aceh Selatan yang islami untuk menuju kebesaran Aceh Selatan kedepan.

Karena menurutnya, Aceh Selatan mempunyai nama besar dalam bidang Dayah, namun akhir ini  – akhir ini telah terbalik, nama besar itu telah pindah ke daerah lainnya yang ada di Aceh. “Maka dari itu saya ingin mengwujudkan kejayaan Dayah dan  masyarakat islami di    Aceh Selatan ini,” tuturnya.

Disisi lain, ia mengutarakan masa kepemimpinannya sudah berlangsung 4 tahun dan 1 bulan tepatnya hari ini. Sepanjang kurun itu, berbagai pembangunan yang dilakukan, seperti sektor kesehatan   lebih jauh meningkat, walau sepenuhnya belum sesuai harapan masyarakat.

“Selama kepemimpinan kami sudah banyak lahir Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Aceh Selatan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan generasi kita yang islami,” sebutnya.

Di hadapan para  Ulama,  Bupati Sama Indra juga mengutarakan, bahwa fitnah kerap menimpanya dalam memimpin Kabupaten Aceh Selatan. “Tetapi, kalau memang  dalam saya menjalankan pemerintahan di Kabupaten Aceh Selatan ini, sudah menyimpang dari arah kebijakan yang dianjurkan oleh agama kita, agama Islam. Maka saya mohon saran dan petunjuk dari gure-gure baik secara pribadi atau secara apapun menyampaikan ke saya, pak bupati jangan naik lagi,” ungkapnya.

Di akhir kata sambutannya, Bupati Sama Indra mengajak para Ulama untuk mensosialisasikan bahaya narkoba dalam setiap ceramah maupun saat khutbah di mesjid. Karena bahaya narkoba ini sudah sangat memprihatinkan baik di Aceh Selatan maupun di daerah lainnya.(Ran)

Komentar