Bupati Simeulue Mangkir Sidang Pada Gugatan YARA

Suasana di PN.Sinabang
Suasana di PN.Sinabang

 

Aceh SelatanNews | SIMEULU – Gugatan YARA ke Bupati Simeulue mendapat perhatian luas. Pengadilan Negeri Sinabang (18/9) sekira pukul 09.00 WIB sidang digelar. Namun,Bupati Simeulue  Drs.H.Riswan, NS tidak hadir langsung melainkan menguasakan kepada sejumlah bawahannya.

Mewakili Drs.H.Riswan NS menghadapi gugatan perdata yang di ajukan penggugat/sejumlah masyarakat Simeulue dan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA). Yakni: Alesuandi,SH staf Bagian Hukum Setdakab.Simeulue,Ir. Ibnu Abbas Kadishutbun Simeulue dan Muhammad Hanafiah Kepala Inspektorat Simeulue.

Sementara dari penggugat hadir di sana Ketua,Sekretaris, Bendahara dan anggota perwakilan YARA Simeulue.Melihat sidang yang tampa dihadiri Bupati Drs.H.Riswan NS. Penggugat menyampaikan keberatan pada majelis hakim.

“Yang mulia majelis hakim. Kami penggugat sangat keberatan bila pihak prinsipal (Bupati Simeulue-Red) tidak hadir. Boleh saja dia (Bupati) mewakilkan atau mengkuasa sama siapapun. Akan tetapi mesti dia terlebih dulu hadir ke sidang ini serta memberikan kuasanya didepan majelis hakim, ” sebut Rahmad, SH.

Menanggapi keberatan ini Ketua Majelis Muhammad Mualis Khadafi,SH. Menyatakan dapat memaklumi keberatan tersebut dan langsung menyampaikan keberatan penggugat kepada tergugat.
Menurut Ketua Majelis Hakim. Dalam sidang gugatan perdata, majelis hakim sifatnya pasif. Kecuali ada hal tertentu yang berkembang dipersidangan. “Tadi saudara tergugat ada mendengar keberatan tergugat kan,” tanya ketua majelis yang dijawab iya oleh kuasa tergugat.

Pada sidang itu pihak tergugat juga menyampaikan keberatan akan legal standing penggugat. Namun tergugat juga belum dapat menunjukkan legalitas mereka dalam kepengurusan YARA. Namun Rahmad,SH menjawab gugatan itu adalah bersifat Citizen Lawsuit.

Namun akhirnya majelis hakim yang diketuai Muhammad Mualis Khadafi,SH dan dua anggota Muhammad Adi Indrawan, SH, MKN. Ahmad Hidayat, SH. Serta Panitera Alian SH. Mengakomodir keberatan kedua belah pihak. Sidang ditunda Kamis, (25/9). Majelis meminta para pihak harus tepat waktu.

Tampak ratusan massa yang pro dan kontra dari berbagai pelosok di Simeulue yang datang bergelombang ke Kota Sinabang untuk melihat sidang gugatan YARA pada Bupati Simeulue atas KSO Kebun Sawit dan penjualan PMKS ke PDKS ke PT. Kasama Ganda. Kepada Wasapad di Simpang lima Sinabang, kecewa.

“Kami pikir tadi sidangnya tak secepat itu,” sebut salah satu warga dari Luan Balu. Diamini beberapa yang lain hendak hadir dari sidang itu. Namun sidang sendiri diumukan oleh panitia menjelang sidang bersifat terbuka kepada umum.

Pengadilan melalui Panitera Alian SH. Sebelum sidang mengintruksikan melalui pengumuman agar para pihak dan pengunjung menaati sejumlah aturan sidang. “Sopan dan tidak bercakap cakap saat sidang berjalan,” seruhnya.(mp)

Komentar