Daging Pala Asal Aceh Selatan Tembus Pasar Internasional

gb338Aceh Selatan News | Tapaktuan – Tak hanya biji pala Asal Aceh selatan yang terkenal mempunyai kualitas terbaik namun daging buah pala kini juga sudah dipasarkankan hingga ke pasar internasional.

Dikabupaten yang terkenal dengan penghasilan palanya ini biasanya Petani pala umumnya hanya mengambil biji pala saja, sedangkan dagingnya dibuang, karena selain tidak berharga juga akan memberatkan petani ketika membawa turun dari gunung lokasi tanaman pala namun kini Syafrizal warga Gampong Air Pinang mengekspor daging buah pala hingga ke Malaysia.

Menurutnya sebelum diekport, daging buah tanpa biji itu terlebih dahulu diawetkan agar tidak berubah warna dan membusuk. Potensi pengawetan daging buah pala “ Daging buah pala ini dikupas kulitnya sebelum di ekport,” katanya dilokasi pengawetan yang memanfaatkan halaman rumahnya, Jumat (14/3/2014).

Menurutnya, pengupasan kulit buah ini melibatkan sekitar 60-70 pekerja yang umumnya wanita serta anak sekolah warga desa setempat. Upah yang mereka terima, berdasarkan banyaknya kulit yang dikupas dengan satuan kilogram, guna memenuhi kuota ekport antara tiga hingga lima ton untuk sekali kirim dalam kurun waktu dua mingguan.

Syafrial yang mengaku telah tiga tahun menekuni pekerjaan tersebut menjelaskan, usaha yang ditekuninya itu bisa membiayai kehidupan dan menyekolahkan anaknya ke tingkat perguruan tinggi. Kendatipun demikian, jika permintaan banyak, perolehan bahan baku masih terkendala, pasalnya masih banyak petani yang enggan untuk membawa turun buah pala dalam keadaan utuh disebabkan sulitnya medan tempuh dari lokasi tanaman pala yang ada di atas bukit.

Salah seorang tokoh muda didaerah itu, Sabi, berharap pemerintah dapat menambah pembangunan jalan tani kekebun pala masyarakat bagian timur desa Air Pinang.  Kata dia, dengan adanya alur angkut hasil tani dibagian timur, maka kelangkaan bahan baku daging pala diharapkan dapat teratasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat petani pun kian membaik.

Sebelumnya daging buah pala tidak berharga  dikarenakan industri pengolahan daging buah pala masih sangat sedikit di kabupaten itu sementara ketersedian daging buah cukup banyak. Padahal daging buah pala dapat digunakan sebagai bahan baku pembuat sirup, manisan pala, selai, juice, jelli dan chutney pala.(red/pemkabas)

Komentar