Desa Hijau Pertama di Indonesia Bernama Lhok Rukam

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Gampong Lhok Rukam, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan resmi dicanangkan sebagai Gampong (Desa) hijau.   Pencanangannya langsung dilakukan oleh Staf  Khusus Presiden RI, Lenis Kagoya  dilokasi wisata pantai bahari Gampong Lhok Rukam, Sabtu (18/11/2017).

Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Lenis Kagoya dalam kata sambutannya saat membuka pencanangan desa hijau Lhok Rukam mengatakan, kunjungannya ke Aceh Selatan merupakan perintah presiden untuk melihat  potensi alam yang dimiliki Aceh Selatan.

“Tujuan saya di sini  ditugasi khusus oleh bapak presiden untuk melihat rencana lokasi program yang telah  diusulkan kepada presiden melalui Kementerian terkait,” katanya. 

Menurutnya, Papua dan Aceh mempunyai kemiripan, karena program Pemerintah Papua dan Aceh merupakan Otonomi Khusus.  Di Papua, Gubernurnya dan Bupati dan Wali Kotanya, dari orang Papua.

“Begitu juga Aceh, gubernur dan  bupati  serta wali kotanya juga berasal dari Aceh. Namun, bukan berarti saya hanya  memperhatikan Aceh dan Papua saja,  tetapi juga memperhatikan provinsi lainnya di wilayah NKRI,” tuturnya.

Lenis Kagoya juga menyebutkan,  tujuannya turun dari Sabang sampai Meurauke untuk melihat program yang belum tuntas. Sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo yang menargetkan 5 tahun  harus tuntas.  “Untuk itu saya harus turun melihat program yang belum tuntas, dari Sabang sampai ke Meuroke,” sebutnya.

Bupati  Aceh Selatan, HT Sama Indra, SH sebelumnya mengutarakan,  Gampong  Lhok Rukam merupakan desa pertama di Indonesia yang menjadi pencanangan desa hijau. “Saya dan kita harus bangga karena ini merupakan pencanangan pertama dari Lhok Rukam untuk Indonesia.”

“Sebagai mana ditempat lain kondisi pala di Lhok Rukam ini juga diserang hama. Ada hal menarik dari kunjungan saya  ke Australia, disana  rupanya daun daun yang berguguran di bawah pohon tidak dibakar dan sengaja ditumpukan di pohon, ternyata itu menjadi pupuk alami. Ini bisa kita terapkan untuk mencegah hama pala di daerah ini,” ucapnya.

Selain itu, kepada Staf Khusus Presiden, Bupati Sama Indra menyampaikan kondisi nelayan di Lhok Rukam yang hanya menggunakan kapal kecil 3 GT. Juga  ada usulan penambahan 100 unit kapal ukuran 30 GT untuk Aceh Selatan.

“Jika ini terealisasi maka sangat membantu nelayan disini. Karena tidak ideal lagi kapal kecil ini beroperasi. Alangkah indahnya nanti jika kapal 30 GT itu  ada di Gampong Lhok Rukam,” ujarnya, seraya berharap kepada masyarakat Gampong Lhok Rukam, setelah pencanangan desa hijau agar menanami tanaman penghijauan.

Acara tersebut selaian dihadiri Staf khusus Presiden Lennis Kagoya dan Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra, SH, , turut dihadir ketua Serikat Hijau Indonesia Ade Indriani Zuchri, Dandim 0107 Hary Mulyanto beserta istri, Kajari Munif SH MH, para Asisten, Staf Ahli, para Kepala SKPK, unsur Muspika Tapaktuan, para Imum Mukim, para Keuchik, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan undangan lainnya.(Ran)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*