Dewan Nilai Rekrutmen Panwascam di Aceh Selatan tidak profesional

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan menduga rekrutmen Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) yang dilakukan oleh Panwaslih Kabupaten Aceh Selatan tidak profesional.

Pasalnya, menurut anggota komisi A DPRK, Mirwan yang dinyatakan lulus merupakan nama-nama lama dan kuat dugaan merupakan titipan-titipan.

“Diduga banyak titipan yang dilewatkan dan orangnya hanya itu-itu saja sehingga yang sebenarnya bekompeten tidak mendapat kesempatan. Hal ini sangat disayangkan,” ujar Mirwan kepada Aceh Selatan News, Kamis (11/1/2018).

Dilanjutkannya, Berdasarkan informasi yang kami terima dari peserta dan masyarakat justru yang lewat menjadi Panwascam adalah wajah-wajah lama sehingga terkesan sengaja diorganisir.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi A DPRK lainnya Masridha ST, menurutnya tidak profesionalnya rekrutmen menyisakan kepedihan bagi peserta. Hal seperti ini, sangat berdampak terhadap tugas pokok sebagai pengawas Pilkada.

“Kami menilai Panwaslih sudah bersinergi dengan kepentingan pihak-pihak tertentu, sudah barang tentu akan berdampak pada Pilkada¬† Aceh Selatan yang tidak bersifat adil, jujur dan bersih,” bebernya.

Sementara Ketua Panwaslih Aceh Selatan, Hendra Sahputra S.Sos.I saat dikonfirmasi usai menyaksikan tes baca alqur’an paslon Bupati/wakil Bupati di Mesjid Agung Istiqamah, Tapaktuan membantah adanya dugaan tidak profesionalnya rekrutmen Panwascam.

“Tidak benar, Kita melakukan seluruh tahapan dengan profesional dan yang diyatakan lulus itu berdasarkan pengelaman dan evaluasi saat kinerja Pilkada Gubernur lalu maka dari itu ada nama-nama lama yang kita luluskan,” terang Hendra Sahputra.

Selain itu dirinya juga membantah adanya titipan – titipan tertentunyang diluluskan.

“Itu tidak benar. Tidak ada titipan. Seluruh tahapan berjalan profesional pada saat wawancara banyak peserta yang tidak menjawab tentang Qanun Aceh No. 6 tahun 2016 tentang penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan di Aceh,” jelas Hendra.

Dia juga tidak membantah jika setiap rekrutmen berhembus rumor adanya hal-hal negetif.

“Kalau ada isu begitu biasa. Setiap rekrutmen itu biasa. Tapi yang jelas yang lulus adalah merupakan yang terbaik dan berkompeten,” tutupnya.(Iy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*