Dinilai lemah dalam menjaga perdamaian Aceh, mahasiswa berikan Gubernur obat kuat

(Foto: ajnn)
(Foto: ajnn)

Aceh Selatan News | Banda Aceh – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktifis Mahasiswa Aceh (GAMA) menggelar Aksi di Polda Aceh dan kantor Gubernur Aceh, Rabu (19/3/2014)

Mereka menilai Pemerintah Aceh dan Polda Aceh tidak serius dalam menjaga perdamaian di Aceh, dimana saat ini kekerasan marak terjadi di Aceh terutama menjelang pemilu.

Salah satu orator aksi yang juga ketua BEM Unsyiah,Muhammad Khaldun mengatakan selama ini Polda Aceh terkesan tidak serius dalam menuntaskan pelaku-pelaku kekerasan di Aceh.

” Dari sekian banyak kasus kekerasan, belum satupun yang usut secara tuntas,dan kita meminta Polda Aceh menindak tegas pelaku kekerasan di Aceh,”katanya.

Koordinator Aksi, Indah Pinta Sari kepada AJNN mengatakan Polda Aceh harus mampu mengusut tuntas semua bentuk kekerasan yang terjadi di Aceh, tidak hanya sebatas pelaku di lapangan tapi juga aktor intelektual yang bermain dibelakang layar juga harus mampu di tuntaskan.

“Dan kita juga meminta komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh untuk serius menjaga perdamaian di Aceh karena selama ini Pemerintah Aceh terkesan cuek dengan persoalan kekerasan yang terjadi di Aceh,”kata Presiden Mahasiswa (Presma) Unaya itu

Saat berorasi di kantor Gubernur Aceh, mahasiswa menyerahkan kardus yang ditempelkan dua minuman bernergi sachet sebagai simbol obat kuat kepada Gebernur yang diterima staf kantor Gubernur.

“Karena kita menilai peran Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menjaga perdamian di Aceh lemah, sehingga kita memberikan mereka obat kuat,”kata Muhammad Khaldun. (ajnn)

Komentar