Direktur BUMG di Aceh Selatan Ikuti Pelatihan

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Guna peningkatan kapasitas Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) di Kabupaten Aceh Selatan, maka pengelolanya dibekali pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Garuda Plaza Medan, Kamis (20/7/2017) malam.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Lembaga Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (LP3MD) Medan bekerjasama dengan Fakultas Hukum Unsyiah tersebut dibuka oleh Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI, Drs. Sugeng Riyono, M. Si.

Acara direncanakan akan berlangsung selama empat hari, dari tanggal 20 sampai dengan tanggal 23 Juli 2017. Di hari kedua dan ketiga para peserta akan diberi pembekalan dan pemaparan materi mengenai BUMG oleh Fasilitator.

Di hari ke 4 rencananya peserta akan melakukan kunjungan ke desa percontohan BUMDESA di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Salah seorang peserta dari Kecamatan Trumon mengatakan, Program ini dirasa sangat bermanfaat karena BUMG merupakan sebuah lembaga untuk meningkatkan perekonomian desa.

“Selain itu bisa menambah pengetahuan dan pengalaman khususnya bagi Direktur BUMG setiap Gampong sehingga nanti kami bisa lebih baik dan kreatif dalam mengelola badan usaha ini,” ungkap peserta yang tak mau namanya ditulis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh Selatan, Emmifizal SP mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan bertahap mengingat banyaknya gampong yang ada di kabupaten Aceh Selatan.

“Untuk tahap pertama diikuti oleh gampong yang ada dalam wilayah Bakongan Raya dan wilayah Trumon Raya, dan setiap desa mengutus dua orang sebagai delegasi yaitu Kheucik atau yang mewakili dan Direktur BUMG,” ujarnya.

Lebih lanjut, Emmifizal berharap pelatihan ini bisa meningkat kapasitas para direktur BUMG dalam mengelola kucuran dana desa yang masuk ke BUMG.

“Kita harap setelah pelatihan ini BUMG di Aceh Selatan bisa berkembang dan produktif dengan memamfaatkan peluang sumber daya lokal yang bisa dijadikan produk unggulan di desa masing-masing sehingga bisa meningkatkan penghasilan asli gampong menuju desa mandiri,” pungkasnya.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*