Disperindagkop : Minyak Pala Aceh diminati Pasar Dunia

Cut Syazalisma | Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
Cut Syazalisma | Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) mengungkapkan bahwa minyak pala asal Aceh diminti oleh pasar dunia dan pemintaan terus meningkat, hal ini disampaikan Cut Syazalisma S STP, selaku Kepala Disperindagkop dan UKM, kemarin, Senin (18/2) saat konfrensi Pers dengan sejumlah wartawan di kantornya.

Pernyataan Kepala Disperindagkop dan UKM sekaligus menjawab keraguan masyarakat yang sempat panik karena beradar kabar bahwa minyak pala asal Aceh ditolak pasar dunia.

“Ketika kami crosschek ke Medan dibeberapa eksportir minyak Pala, mereka tidak pernah mempermasalahkan dengan kualitas minyak Pala Aceh, bahkan permintaan di luar Negeri terhadap minyak Pala Aceh masih sangat tinggi dan terus meningakat,” Terang Cut Syzalisma.

Cut Syazalisma juga membantah pernyataan Ketua forum Pala Aceh, Dr Mustafril, yang mengatakan minyak Pala Aceh bercampur dengan Minyah Tanah (Mitan) sehingga di tolak oleh pembeli diluar negeri.

Menurut Cut Syazalisma Pernyataan Ketua Forum Pala Aceh itu sangat tidak dapat di pertanggungjawabkan, sebab hal ini tidak pernah dipermasalahkan oleh pihak eksportir, “Benar minyak Pala Aceh ada mengandung Minyak Tanah, tapi dalam skala sangat kecil yaitu saat poses memisahkan bunga berwarna merah yang terdapat di antara daging buah pala dengan cangkang bijinya, sehingga para eksporti memaklumi kondisi tersebut dan hal ini bisa ditanggulangi oleh pihak eksporti dengan melakukan penylinan pemisahan minyak murni dengan mitan,” Ungkap Cut Syazalisma.

Lebih lanjut Cut Syazalisma mengatakan bahwa setiap minyak pala yang akan di ekspor melalui tahap verifikasi dan pasar dunia mengirimkan permintaan kebutuhannya sehingga pihak eksporti bisa memberikan sesuai kebutuhan pasar.

 Cut Syazalisma menghimbau masyarakat kususnya petani pala agar tidak resah dengan kabar yang merugikan petani pala tersebut karena ia yakin dengan isu itu tidak akan berpengaruh terhadap hara minyak pala, “ saat ini harga minyak pala relative stabil yaitu R.960.000/Kg,” Pungkasnya.(IY)

Komentar