Dituding Curang, Tarmizi Angkat Bicara

15895249_10156248224573973_4848052481606147119_nAceh Selatan News | Banda Aceh – Menyikapi berbagai isu yang menuding pasangan calon Gubernur Aceh nomor urut 6 Irwandi-Nova melakukan kecurangan dalam Pilkada 15 Februari lalu membuat Ketua Departemen Saksi dan Pengawalan Suara tim Irwandi-Nova pusat, Tarmizi angkat bicara.

Menurut Tarmizi ada kejanggalan dalam berbagai tudingan yang diarahkan ke kandidat yang saat ini memimpin perolehan suara dalam perhitungan cepat berbagi lembaga.

“Logikanya lebih mungkin pihak mereka nomor 5 yang melakukan kecurangan karena mereka penguasa dan rata-rata menguasai parlemen baik di Kabupaten/Kota maupun ditingkat Provinsi dengan demikian penyelenggara Pilkada baik KIP maupun Panwas yang dibentuk DPR melalui mekanisme tentu berafisialisi dengan pihak mereka,” terang Tarmizi saat menjamu Aceh Selatan News ngopi bareng di WTC, Darussalam, Banda Aceh, Selasa (21/2/2017).

Dilanjutkannya, tudingan yang dilempar oleh pihak kompetitor malah terkesan aneh karena tidak memiliki landasan yang mendasar.

“Kalau mereka menuduh kita melakukan kecurangan itu malah aneh,” kelakarnya.

Ia mengatakan, Dulu di awal-awal pencalonan dirinya pernah diajak bergabung dengan tim Mualem namun waktu itu ia menolak karena telah berkomitmen untuk mendukung Irwandi

“Teman-teman dari seberang meyakinkan bahwa Irwandi tidak akan menang karena Irwandi harus menang melebihi 10% sebab 10 % akan hilang, hal ini menjadi logis karena mereka mempunyai hubungan dengan pihak penyelenggara,” ungkap Sekretaris Bapilu PNA pusat itu.

“Jadi set untuk melakukan kecurangan menurut saya sudah di set sejak awal,” tambahnya.

Dalam proses menghadapi Pilkada dengan kondisi yang sulit pihaknya melakukan dua hal untuk mengantisipasi hal yang pernah disampaikan rivalnya itu.

“Yang kita lakukan untuk memenagkan Irwandi ada dua yakni pertama mencari suara sebanyak mungkin dengan bekerja maksimal kedua membuat saksi berlapis dan menempatkan saksi di seluruh TPS di Aceh,” beber Tarmizi.

Ia menghimbau kepada seluruh tim pengawalan suara Irwandi-Nova agar terus melakukan pengawalan suara yang telah diraih.

“Kepada teman-teman saya sampaikan agar terus mengawal proses hingga pengumuman resmi dari KIP Aceh. Dan seluruh pihak saya harap bisa menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang sifatnya propokatif,” himbaunya.(Red)

Komentar