DP3A  Aceh Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Aceh bekerjasama dengan DP3AKB Aceh Selatan menggelar sosialisasi Perangkat Hukum Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, bertempat di Aula Hotel Caterine, jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan, Kamis (16/11/2017).

Kegiatan dibuka oleh Kepala DP3AKB Aceh Selatan, Drs. H. Nuril Hadi mewakili Bupati Aceh Selatan. Dihadiri Ketua Darma Wanita Aceh Selatan, Hj. Armanusa, unsur Organisasi Perempuan, unsur TNI/Polri, Kejaksaan, Satpol PP dan WH, Dinas Syariat Islam, para Camat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, para Keuchik, para Guru dan undangan lainnya.

Nara sumber yaitu, Isnaniah, Amd.Keb (Kasi Perlindungan Khusus Anak pada DP3A Aceh) dengan materi, Sosialisasi Peraturan Gubernur Aceh Tentang Pencegahan dan Penanganan Pornografi. Dan Dra. Naimah Hasan, MA (ISWI Aceh), dengan materi, Dampak Pornografi Terhadap Perilaku.

Kepala DP3AKB Aceh Selatan, H. Nuril Hadi mengatakan, masalah besar saat ini bagi generasi bangsa yaitu bahaya pornografi dan upaya penanganannya.

“Maka kegiatan sosialisasi seperti ini sangat penting dilakukan. Mengingat semakin maraknya pornografi yang berkembang di masyarakat yang bisa dengan mudah diakses melalui berbagai media, baik cetak maupun elektronik,” katanya.

Menurutnya, dengan sosialisasi ini juga akan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat akan bahaya pornografi terutama bagi remaja dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran pornografi di masyarakat luas.

“Sebagaimana kita ketahui pemerintah telah mengundangkan Undang – Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi yang merupakan payung hukum untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga negara dari pornografi terutama bagi anak dan perempuan,” sebutnya.

Sebelumnya, Plt Kabid P3A Aceh, Tengku Raimah, SH selaku Panitia Pelaksana menyampaikan, kegiatan seperti ini pada tahun 2016 uga pernah dilaksanakan di 16 Kabupaten/Kota dan untuk tahun 2017 kegiatan ini dilaksanakan di 6 Kabupaten/Kota.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi pemerintah dan masyarakat tentang bahaya pornografi yang sedang marak terjadi dalam masyarakat saat ini serta bagaimana upaya pencegahan dan penanganannya.

“Kita harapkan juga melalui Sosialisasi ini meningkatnya kesadaran dan pemahaman di kalangan masyarakat tentang bahaya pornografi serta pencegahan dan penanganannya sehingga perempuan dan anak dapat terlindungi,” harapnya. (Ran)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*