DPRK Asel Sorot Penjualan Obat di Apotik Tidak Sesuai HET

IMG-20170409-WA0006Aceh Selatan News | Tapaktuan – Tingginya harga jual obat di apotik di Kabupaten Aceh Selatan, yang tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), menjadi sorotan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan.

Karena, berdasarkan laporan masyarakat, penjualan obat di apotik yang tersebar di kawasan Kecamatan Tapaktuan, maupun kecamatan lainnya, harganya disinyalir tidak sesuai HET yang ditetapkan pemerintah.

“Penjualan obat melampaui HET itu sangat membebani masyarakat yang ingin mengkonsumsi obat penyembuh sakit itu,” ujar Anggota Komisi C DPRK Aceh Selatan, Yeni Rosnizar, SKM kepada Aceh Selatan News di Tapaktuan, Rabu (5/4/2017).

Dia menyatakan, pengelola apotik seharusnya mentaati aturan dalam penjualan obat-obatan untuk masyarakat yang membutuhkan. Sebab, banyak masyarakat yang hidupnya pas-pasan, ketika membutuhkan obat namun tidak mampu membelinya.

Selain itu, ia menilai pengawasan Dinas Kesehatan Aceh Selatan terhadap penjualan obat-obatan di apotik terlalu lemah. Sehingga pengelola apotik bebas menentukan harga berbagai jenis obat yang di jual. Padahal tiap-tiap table atau bungkusan obat sudah tertera HET.

“Hal ini menandakan pengawasan terhadap penjualan obat-obatan di Aceh Selatan tidak ketat hingga harga obat bisa di jual melampaui HET,” ucap politis dari PPP itu.(Ran)

Komentar