Facebook Penuh dengan Kepalsuan ?

benarkah-facebook-penuh-dengan-kepalsuan

Aceh Selatan News | Teknologi – Facebook diciptakan untuk menghubungkan setiap orang dalam satu wadah. Namun, menurut penggunanya yang sudah mulai beranjak dewasa, Facebook hanya tempat yang penuh dengan ‘drama’ sosial.

Ketika masih berusia belia atau dapat dikatakan remaja, banyak dari mereka yang terkesan addicted atau kecanduan untuk bereksplorasi segala hal tentang dirinya di Facebook.

Mulai dari pengunggahan foto dengan berbagai gaya sampai status-status khusus dengan tujuan agar mendapatkan lebih dari sekadar like saja, mereka ingin banyak orang mengomentarinya.

Dikutip dari Neowin (08/2011), dengan banyaknya komentar yang dibubuhkan, menunjukkan bahwa dia tersebut terkenal dan dikenal banyak orang.

Menurut data laporan yang dikumpulkan oleh Pew Research Center dari 802 remaja dengan usia antara 12 sampai 17 tahun mengungkapkan bahwa banyak dari mereka beberapa tahun sebelumnya, dalam setiap hari seperti tidak dapat lepas dari jejaring sosial satu ini.

Dan, ketika mereka sudah beranjak dewasa, tidak sedikit yang mulai beralih menggunakan jejaring sosial yang lebih ‘dewasa’ lainnya seperti Twitter dan Instagram.

“Aku pernah mempunyai account di Facebook. Ketika umurku sudah bertambah, aku beralih gunakan Twitter, bahkan aku lupa bahwa pernah punya account di Facebook,” ungkap salah seorang sukarelawan seperti yang dikutip dari Huffington Post (21/05).

Tidak hanya seorang saja, sukarelawan lain juga mengungkapkan bahwa beraktivitas di Facebook memang menyenangkan, namun ada banyak hal yang tidak akan diungkapkan oleh yang bersangkutan di dunia maya.

“Mereka hanya berani berekspresi di Facebook dan tidak di dunia nyata. Facebook mengasyikkan namun, banyak ‘drama’ di dalamnya,” jelas sukarelawan tersebut.

Memang tidak dapat digeneralisasikan, karena data yang diambil Pew Research Center tersebut mengambil sample dari remaja di Amerika Serikat.

Mungkin lain di negara Paman Sam, lain pula di Indonesia. Menurut Anda, apakah benar Facebook hanya tempat untuk eksplorasi jati diri dan penuh dengan ‘drama’?(mdk)

Komentar