Gas Melon Langka di Aceh Selatan, Ini Penjelasan Pangkalan

IMG-20170527-WA001

gas-habisAceh Selatan News | Kluet Utara - Selama bulan ramadhan 1437 H tahun 2017 LPG 3 Kg atau gas melon mendadak langka, kalaupun ada harga melonjak. Persoalan ini dikeluh oleh masyatakat Aceh Selatan.

Untuk mendapat Informasi seputar itu Aceh Selatan News, Minggu (4/6/2017) mencoba mengecek keberadaan gas di Kluet Selatan, Kluet Utara dan Pasieraja. Alhasil benar saja gas di kios-kios pengencer kosong sejak sepekan terakhir.

Menurut keterangan pedagang kios di Kluet Utara kalau pun ada harga gas biasanya dijual Rp. 30.000.

"Gas kosong bang, kalau ada biasanya 30 ribu per tabung," ujarnya.

Sementara di Kluet Selatan dan Pasieraja tidak jauh berbeda harga gas bersubsidi tersebut berkisar antara 28.000 sampai 30.000 per tabung.

Untuk mendapatkan keterangan kami mengkonfirmasi Pangkalan LPG 3 KG Pertamina Domestik Regional I milik H Syarkawi yang terletak di Gampong Kotafajar, Kluet Utara.

H Syarkawi menjelaskan kelangkaan LPG bukan hanya terjadi pada ramadhan tahun ini pada ramadhan sebelumnya kelangkaan selalu terjadi.

"Setiap ramadhan memang LPG sering langka bahkan saat masih minyak tanah dulu hal serupa juga terjadi," terangnya.

Syarkawi mengaku pangkalan miliknya mendapat koata sebanyak 1.480 tabung per bulannya untuk memenuhi kebutuhan gas Kluet Utara. Ia menjual gas 3 Kg tersebut dengan harga Rp. 22.000 - Rp. 23.000 per tabung.

"Kalau disini kita lepas 22 ribu sampai 23 ribu tidak pernah lebih sedangkan di kios dalam kawasan Kluet Utara paling mahal 25 ribu," ungkapnya.

Mesti dari amatan Aceh Selatan News didepan pangkalan milik H Syarkawi terpampang spanduk Pemda menjelaskan LPG bersubsidi dengan harga enceran tertinggi (HET) Rp. 20.500 / tabung.

Masih menurut Syarkawi kelangkaan gas untuk kalangan bawah itu juga disebabkan oleh banyaknya kalangan mampu yang ikut menggunakan gas tersebut.

"Kita harap Pemkab menghimbau agar yang mampu atau PNS golongan tertentu agar menggunakan gas 12 Kg atau gas non subsidi," harapnya.

"Selain itu penggunaan gas juga meningkat untuk memasak kue dan berbagai kebutuhan lainnya sehingga kelangkaan tidak terhindarkan," terusnya.

Pasokan gas ke pangkalan milik H Syarkawi masuk 3 kali dalam sepekan yakni hari Senin, Selasa dan Jum'at.

"Gas sampai tiga kali seminggu dan biasanya langsung habis karena konsumen antre saat pasokan gas masuk," terang Syarkawi.(Jn/Iy)

Komentar

IKLAN DPMG II