Donya /  -

Guru di China ini diduga minta ciuman sebelum bagikan ijazah

September 1st, 2013 | Posted in Donya | |
2017-11-24 22:20

guru mintak diciumAceh Selatan News | Internet dan situs berita di China awal pekan ini dikejutkan dengan kemunculan foto-foto yang menampilkan seorang guru laki-laki tengah mencium dan diciumi oleh sejumlah siswi sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Negeri Tirai Bambu itu, setelah diunggah di media sosial.

Foto-foto itu diduga diambil saat upacara wisuda di dalam sebuah kelas. Guru itu mengatakan kepada para siswi, ‘Jika kalian tidak mau mencium saya atau membiarkan saya mencium kalian, maka saya tidak akan memberikan ijazah kalian,” seperti dilansir situs en.rocketnews24.com, Jumat (30/8).

Meskipun kemungkinan tidak hanya itu saja yang dilakukan sang guru, namun sebanyak enam foto tindakan tidak wajar sang guru itu telah diunggah ke situs jejaring sosial asal China, Sina Weibo pada 20 Agustus lalu.

“Di SMA XX di Kota Linxia, Provinsi Gansu, Mr XX mengatakan kepada kami, ‘Jika kalian tidak mencium saya atau membiarkan saya mencium kalian, maka saya tidak akan memberikan ijazah kelulusan kalian,” tulis pengunggah foto-foto itu, yang tidak disebutkan identitasnya.

Foto-foto itu diyakini diambil saat musim kelulusan tahun ini, yang biasanya berlangsung sekitar bulan Juni atau Juli di daratan China. Namun, alasan mengunggah foto-foto itu masih belum jelas.

Tidak mengejutkan memang, foto-foto itu langsung menyebar hanya dalam sekejap. Kepala sekolah dari sekolahan itu menegaskan foto itu memang benar telah diambil di salah satu kelas mereka. Pihaknya juga telah mengidentifikasi guru yang terlibat, yang diyakini sebagai guru kelas tiga.

Namun, setelah foto-foto itu menyebar dan diberitakan di media terkait penyelidikan atas kasus ini, sejumlah siswa yang terlibat di foto itu kemudian menyatakan di situs Weibo bahwa rumor itu palsu.

“Di saat hari wisuda kami, ketika guru kami memberikan ijazah, kami benar-benar tidak dapat menahan emosi kami. Untuk menunjukkan penghargaan atas kelulusan kami, kami mulai menjabat tangannya, membungkuk kepadanya dan menempelkan kepala kami ke dia. Ketika siswa terakhir pergi untuk mendapatkan sertifikatnya, dia mengatakan, ‘Semuanya mari cium guru XX’,” ujar salah satu siswa menjelaskan situasi yang terjadi ketika itu.

Pada foto akhir, yang menunjukkan sang guru memberikan ciuman, sebetulnya hanya satu-satunya yang terjadi di mana saat itu merupakan permintaan dari para siswa agar sang guru melakukannya.

“Kita sudah dewasa semua sekarang. Kita dapat membuat keputusan sendiri. Tidak satupun dari kita akan melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan, bahkan jika guru memberitahu kami untuk melakukan sesuatu, dan komentar yang ditulis di Internet itu palsu. Orang yang menulis ini harus meminta maaf segera kepada guru kami,” tulis siswa lainnya, yang juga berasal dari kelas itu.(mdk)

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.