Harga Sawit Anjlok Rp. 900/Kg, Petani di Aceh Selatan Mengeluh

Aceh Selatan News | Trumon – Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani terus anjlok sejak beberapa sepekan terakhir. Hingga, Sabtu (8/7/2017) harga jual  sawit sudah turun ke level  Rp 900/ kilogram, dari harga sebelumnya Rp 1.300 – 1.320/kilogram nya.

Harga jual TBS sempat normal pada bulan Maret  hingga Mei 2017 lalu,  berkisar Rp 1.300/kg. Penurunan harga ini diprediksi akan terjadi hingga beberapa pekan mendatang. Berdasarkan pengalaman petani setiap tahunnya. Karena, setelah lebaran terjadi penumpukan sawit di pabrik.

Alimuddin (45) petani sawit warga Gampong Teupin Tinggi,  Kecamatan Trumon kepada Aceh Selatan News, Jum’at (7/7) kemarin menyebutkan, turunnya harga jual  sawit, paska  lebaran  mengakibatkan  beberapa ram di tingkat agen pengumpul terpaksa  di tutup sementara karena terjadi penumpukan.

“Kalau kondisi ini terus berlanjut, masyarakat tidak tahu lagi ke mana harus menjual kelapa sawit. Sekarang saja harga sawit dihargai Rp 900/kg, potong ongkos panen Rp 300/kg, jadi tersisa Rp 600/kg. Dan juga belum ongkos mobil,” tuturnya.

Ia melanjutkan, para petani sawit rata-rata memiliki tanaman kelapa sawit seluas satu hektar dengan usia tanaman 10 tahun hanya bisa berpenghasilan Rp 2 juta sebulan.

“Kalau hanya memiliki sawit di bawah satu hektar, mereka hanya berpenghasilan Rp 500 ribu – Rp 1 juta per bulan. Penghasilan itu bila harga sawit ideal, yakni 1.300-an per kg,” jelasnya.

 

Jika harga sawit mencapai level terendah antara Rp 500 – Rp 700 per kg, petani sangat sulit mencukupi kebutuhan pokok dengan penghasilan tersebut. ” Apa lagi untuk biaya sekolah anak-anak, karena penjualan sawit hanya bisa untuk biaya hidup,” ujarnya.

Untuk itu, ia sangat mengharapkan campur tangan pemerintah untuk membantu penetapan harga sawit, supaya jangan sampai anjlok.

“Kami mohon harga jangan turun lagi dari Rp.900-an per kg. Kasihan petani, untuk biaya hidup tak terpenuhi,” pintanya..

Hal senada juga dikeluhkan sejumlah warga lainnya, Masrizal, harga jual sawit sudah Rp 1.000/ kg, padahal kemarin (Kamis) harganya masih Rp 1.270/kg.

“Sekarang sawit menumpuk di beberapa ram sampai 200 ton hingga ada yang di tutup sementara, karena tidak ada mobil dan masih antri di pabrik, mobil kami antri di urutan 270,” ucap Masrizal yang juga pemilik ram itu.(Azk)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*