”Hentikan Trend Angkat Senjata Melawan Pemerintah Aceh”




Maimun alias Abu Rimba. @serambi indonesia
Maimun alias Abu Rimba. @serambi indonesia
Maimun alias Abu Rimba. @serambi indonesia

Aceh Selatan News | Banda Aceh – Juru Bicara Tim Pengawal UUPA, Muhammad MTA, menyebutkan saat ini lagi dibangun trend mengangkat senjata mengancam Pemerintah Aceh. Sementara tuntutannya seragam, yang adalah meminta perhatian terhadap anak yatim, janda dan korban konflik.

“Siapa dalangnya? Tidak perlu kita ketahui. Alasan untuk tekanan tuntutan Din Minimi yang belum terealisasi,” tulis Muhammad MTA di akun twitter pribadinya, Minggu, 24 Januari 2016.

Dia menilai trend mengangkat senjata tersebut merupakan tindakan abal-abal. “Ini tergolong lucu dan salah alamat. Terlalu dibodoh-bodohi dan diperalat.”

“Kita sarankan kepada pelaku untuk bisa mencari cara-cara yang logis dan faktual,” lanjutnya.

Ketika dipertanyakan mengenai pernyataan tersebut melalui blackberry messenger, Muhammad MTA menilainya dari alasan mereka angkat senjata melawan Pemerintah Aceh. “Faktanya apa? Ada nggak semacam teror kepada penyelenggara negara? Ada nggak semacam aksi pengeboman sarana pemerintahan? Ada nggak penembakan orang-orang atau mobil-mobil pemerintahan. Jadi nggak nyambung,” katanya.

Aktivis ’98 ini menilai sudah sepatutnya trend angkat senjata dengan alasan melawan Pemerintah Aceh dihentikan. Dia turut mengingatkan, jangan sampai nanti masyarakat yang muak di lapisan bawah terpancing untuk main hukum rimba.

“Sudah cukup kelompok DM (Dim Minimi) yang mempertontonkan hal-hal seperti itu. Ambil positif saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan tahanan politik ini juga menyebutkan sudah menjadi kewajiban aparat hukum untuk memeriksa adanya dugaan korupsi di Aceh. Karenanya dia menyebutkan hal tersebut tidak perlu ada desakan-desakan dari pihak tertentu.

“Terkait masalah desakan KPK turun ke Aceh, tanpa desakan orang-orang seperti itu juga, itu kewajiban aparat hukum. Apakah polisi, jaksa bahkan KPK. Intinya hentikan haba-haba bangai angkat senjata. Kita ciptakan kenyamanan kepada rakyat. Stop pernyataan-pernyataan meresahkan,” katanya.(Portalsatu)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*