Imigrasi Meulaboh Sebut WNA di Aceh Selatan Tidak Salahi Aturan

5 WNA yang ditemui dilokasi pengolahan limbah di Lhok Rubek Gampong Pasie Asahan, Kecamatan Pasieraja.

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Kepala Imigrasi Kelas II B Meulaboh, Iman Ansori mengatakan 5 warga negera asing (WNA) yang beraktifitas di Aceh Selatan tidak menyalahi aturan karena merupakan pemegang visa kunjungan.

“Mereka pemegang visa kunjungan jadi tidak harus melapor ke Imigrasi. Itu dia pak, Kita datanya agak sulit karena mereka datang seluruh WNA pegang visa kunjungan,” kata Imam Ansori melalui sambungan telpon kepada Aceh Selatan News, Jum’at (19/1/2018).

Imam Ansori mengatakan secara aturan diperbolehkan berada di Indonesia dengan mengantongi visa kunjungan untuk keperluan darurat atau bisnis sesuai Kemenkum HAM nomor 27 tahun 2014.

“Kami melihat perusahaan itu (PT Nagan Raya Kencana) belum menyalahi aturan karena mereka belum melakukan kegaitan pekerjaan hanya baru menyiapkan sarana untuk beroprasinya sebuah perusahaan, Lagian mesinnya juga belum sampai,” beber Imam Ansori.

Dia juga mengakui tidak mengetahui secara persis keberadaan WNA di wilayah Aceh Selatan yang merupakan wilayah kerja Imrigrasi Kelas IIB Meulaboh.

“Saya gak tau, Kemarin sudah pernah kita deportasi 4 orang, Kalau sudah ada disana lagi kita tidak tahu karena mereka tidak melapor dan secara aturannya kalau WNA berkunjung dengan visa kunjungan memang tidak diwajibkan melapor,” urainya.

Imam Ansori mengakui jika dirinya telah pernah turun langsung mengecek keberadaan WNA di Aceh Selatan pada 14 Desember 2017 lalu dan dari hasil pemantauan Imigrasi perusahaan tersebut belum mulai bekerja.

“Tanggal 14 Desember lalu saya sudah pernah turun dan melihat langsung lokasi perusahaan tersebut mereka hanya baru menyiapkan sarana untuk memulai pekerjaan sebuah perusahaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Imam mengatakan pihaknya bersama pemerintah Indonesia sedang gencar mengajak pihak luar untuk berinvestasi di Indonesia.

“Ini kan bagian dari program pemerintah mendatangkan investor sebanyak-banyaknya,” sebutnya.

Bahkan menurutnya, jika perusahaah itu nanti sudah mulai beroperasi akan menampung lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan menghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk daerah.

“Diluar kontek itu, nanti jika sudah berjalan perusahaan ini kan bakal membuka lapangan pekerjaan disisi ekonomi ini baik bagi masyarakat dan PAD bagi daerah,” pungkasnya.(Iy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*