Ini Data WNA yang Beraktifitas di Pengelohan Limbah di Aceh Selatan

5 WNA yang ditemui dilokasi pengolahan limbah di Lhok Rubek Gampong Pasie Asahan, Kecamatan Pasieraja.

Aceh Selatan News | Pasieraja – Sebanyak 5 orang warga negara asing (WNA) diketahui melakukan kegiatan pengelohan limbah emas di Lhok Rubek, Gampong Pasie Rasian, Kecamatan Pasieraja.

Adapun identitas passport dan keterangan visit stay WNA Republik China berjumlah 5 orang sebagai berikut :

1. Nama : Yang, Zhongbiao, Jenis Kelamin : Laki-laki, Tempat Lahir : Yunnan,  08 Sep 1980, Tempat dan tanggal pengeluaran : Yunnan, 07 Mar 2011, tanggal berakhir : 06 Mar 2021.

Keterangan Visit stay (Imigrasi Meulaboh) no. 2B21TE004-R, berlaku dari tanggal 28 Nov sampai dengan 31 dec 2017. Departure kualanamu 21 agust 2017. Visa exemption 23 juli 2017.

2. Nama : Tang Yanping, Jenis Kelamin : Laki-laki, Tempat Lahir : Yunnan, 18 Nov 1969, Tempat dan tanggal pengeluaran : Yunnan, 24 Aug 2017, tanggal berakhir : 23 Aug 2027.

Keterangan visit stay (Imigrasi Meulaboh) no. 2B21TE005-R, berlaku dari tanggal 28 Nov sampai dengan 31 Dec 2017.

3. Nama : Ding, Haijiah, Jenis Kelamin : Laki-Laki, Tempat Lahir : Yunnan, Tanggal Lahir : 27 MEI 1983, No Passport : EB1691176, Kebangsaan : Tiongkok, Passport Republik Of China, Masa Berlaku Passport : 27 September 2027.

Diterima Imigrasi Kelas II Meulaboh, 28 Desember 2017.

4. Nama : Hu, Changyong, Jenis Kelamin Laki-Laki, Tempat Lahir : Yunnan, Tanggal Lahir : 09 Desember 1979, Nomor Passport : EB5093062, Masa Berlaku Passport : 06 Desember 2027.

Diterima Imigrasi Kelas II Meulaboh, 28 Desember 2017.

5. Nama : Fu, Gean, Jenis Kelamin : Laki-Laki, Tempat Lahir : Hunan, Tangal Lahir : 14 APR 1954, Nomor Pasport : EA5511558, Masa Berlaku Passport : 13 Maret 2025.

Masuk ke Indonesia via Kuala Namu, 09 Januari 2018.

Kelima WNA tersebut diketahui didatangkan oleh PT Nagan Raya Kencana ke Aceh Selatan untuk melakukam survey pengelohan limbah emas.

“Nanti disini akan dipasang mesin untuk pengelohan limbah emas,” kata T Bustaman, penanggungjawab lapangan PT Nagan Raya Kencana.

Sementara ini, jelas T Bustaman pihaknya hanya melakukan pengumpulan material dari masyarakat berupa limbah emas.

Dari amatan Aceh Selatan News, Kelima WNA tersebut menepati dua barak yang dibangun di area yang telah dipagari dengan seng.(Iy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*