Inventaris Tak Jelas, Kepala BBU Padi Kluet Timur yang Baru Enggan Ngantor

Ilustrasi
Ilustrasi

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Sejak dilantik 6 November lalu kepala Balai Benih Utama (BBU) Padi Kluet Timur, Ida Mestika,SP belum masuk kekantornya yang baru. Hal ini, dikarenakan belum adanya berita acara serah terima aset dari pejabat lama, Syamsuhardi yang kini menjabat ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Selatan kepada dirinya.

“Sejak dilantik 2 minggu lalu saya belum pernah kesana karena belum serah terima dari dinas,” Ujar Ida saat dijumpai di kantor Dinas Pertanian dan peternakan, Rabu (20/11).

Mantan menteri tani Samadua tersebut mengaku dirinya telah menerima  berita acara serah terima inventaris BBU tersebut,” namun belum saya tanda tangan, karena tentu harus kita croschek dulu, Mesin handtraktor dan perontok jagung belum ada kejelasan. berapa sisa dan berapa hilang. jikalaupun ada mesin yg hilang harus ada surat keterangan dari kepolisian,” katanya.

Ia juga menegaskan dirinya siap bekerja dimana saja ditempatkan,”Saya juga bukan tak mau bekerja, memang saya pekerja, tapi saya harus berhati-hati karena ini aset derah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengaku telah bekoordinasi dengan Camat dan pengelola Usaha Pelayanan Jasa Alat dan mesin (Upja) Handtraktor agar tidak terhambat penyewaan handtraktor untuk kebutuhan petani,” Saya juga sudah berkoordinasi dengan camat, bahwa tidak terhambat masalah peminjaman handtraktor. Cuma saya meminta agar dibuat surat sementara yang ditanda tangani oleh kecik, camat dan pengelola upja handtraktor BBU disana, Darman,” terangnya.

Ditemui diruangannya kepala dinas Pertanian dan peternakan Aceh selatan, Junaidi,SP membenarkan kendala yang membuat pejabat baru kepala BBU Padi Kluet Timur enggan masuk kantor karena masih belum serah terima,”Benar, karena ada aset yang belum jelas, kita sudah menegur pejabat lama, namun belum diindahkan,” ujarnya

Junaidi mengaku akan segera meluruskan persoalan dijajarannya tersebut,” seperti ini bukan admistrasi yg memenuhi syarat,” ujarnya sambil memperlihatkan berita acara yang dibuat oleh Syamsuardi selaku pejabat BBU Padi Kluet yang lama.

Dia menegaskan akan menindak seseuai aturan,”kita akan selesai susuai aturan,” katanya.

Syamsuhardi mantan Kepala BBU Padi Kluet Timur, yang dihubungi melalui telpon selulernya membenarkan banyak aset yang hilang, di BBU tempat ia bekerja dulu, namun ia berkilah hilangnya aset ditangan peminjam,” aset yang hilang ditangan peminjam, dan mereka sudah melaporkan kepolisi,” ujarnya.

Ia menambahkan telah berencana menjumpai kadis pertanian dan kepala BBU yang baru,” namun karena jadwal rapat terus namun paling telat jumat sudah saya jumpai,” ujar syamsuhardi.(iy)

Komentar