Jaringan Irigasi Macet, Petani Meukek Kesulitan Untuk Penangkaran Bibit

IMG-20170527-WA001

img-20170104-wa008Aceh Selatan News | Tapaktuan - Petani di sejumlah gampong dalam Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, mengalami kendala setiap menjelang musim tanam, akibat suplai air dari jaringan irigasi sering macet disebabkan  terjadinya pendangkalan Krueng Meukek.

Setiap musim kemarau, pintu irigasi  (intake)  yang berlokasi di Gampong  Driejalo  dipenuhi  bebatuan. Menyebabkan 200 hektar lahan persawahan di  Gampong Driejalo, Air Dingin, Kuta Buloh, Arun Tunggai dan sebagian Gampong Blang Bladeh, tidak terairi jaringan irigasi.

"Setiap memasuki musim tanam, suplai air dari jaringan irigasi sering macet, karena terjadinya pendangkalan Krueng Meukek. Menyebabkan petani kesulitan untuk melakukan penangkaran bibit padi," kata Kairun, warga Gampong  Air Dingin, kepada Aceh Selatan News, Senin (2/1/2017).

Menurutnya, paska  bencana banjir beberapa waktu lalu,  ratusan hektar areal persawahan mengalami kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, selama ini masyarakat petani menyewa alat berat (beco) untuk mengeruk batang sungai Krueng Meukek.

"Setiap tahun, menyewa alat berat ini sudah menjadi rutinitas petani demi kelancaran turun ke sawah," ujarnya, seraya menambahkan, kali ini penanganan macetnya  jaringan irigasi langsung ditangani oleh  Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh Selatan, Ir. Yulizar, MM  dan pihak  BMCK.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh Selatan,  Yulizar mengakui, akibat terjadinya pendangkalan  Krueng Meukek menyebabkan 200 hektar areal persawahan  mengalami kekeringan. Sehingga menjadi  kendala bagi petani untuk turun ke sawah.

"Kita sudah tangani saluran irigasi Driejalo dengan menggaruk bantaran sungai Krueng Meukek dengan alat berat. Dengan lancarnya suplai air ke persawahan, mudah-mudahan   petani kita bisa turun ke sawah saat musim tanam," sebutnya.

Penggerukan bantaran sungai Krueng Meukek, lanjutnya merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan dalam upaya membantu petani untuk mensukseskan program Pemerintah Pusat dalam swasembada pangan.

"Turun ke sawah merupakan kunci kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh Selatan, khususnya petani, bila dibandingkan dengan hasil perkebunan lainya," papar Yulizar.(Ran)

Komentar

IKLAN DPMG II