Karyawan Mogok, Pelayanan PDAM Tirta Naga Lumpuh




PDAM Tirta Naga Tapaktuan
Anggota DPRK Aceh Selatan saat melkaukan sidak ke PDAM Tirta Naga Tapaktuan
Anggota DPRK Aceh Selatan saat melkaukan sidak ke PDAM Tirta Naga Tapaktuan

Tapaktuan – Karyawan PDAM Tirta Naga Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (12/11) melakukan aksi mogok kerja yang dipicu oleh sikap Direktur perusahaan daerah penghasil pala itu terhadap karyawannya, yang menganggap karyawan tidak bekerja semestinya.

Menurut sejumlah karyawan yang enggan ditulis namanya, menyebutkan persoalan aksi mogok yang mereka lakukan akibat sikap arogan Direktur, karena tidak menghargai kinerja bawahannya. “Kami melakukan aksi mogok kerja ini, karena sikap Direktur terkesaan tidak menghargai pekerjaan kami, dan juga menganggap kami hanya datang dan duduk saja di kantor” ujar salah seorang karyawati kepada Acehselatan.com di Tapaktuan, Rabu (12/11).

Akibat aksi mogok tersebut, aktivitas di PDAM menjadi lumpuh, masyarakat yang ingin membayar tagihan air minum terpaksa pulang kembali. Bahkan sempat mengundang perhatian anggota DPRK Aceh Selatan dari Komisi C melakukan tinjauan ke kantor PDAM di jalan T. Cut Ali Tapaktuan itu.

Anggota DPRK Aceh Selatan. Dipimpin Ketua Komisi C Tgk Adi Zulmawar, Rabu sekira pukul 12.00 WIB saat meninjau langsung ke kantor PDAM menemukan tidak adanya aktivitas di perusahaan itu.

“Kita menyesalkan aksi mogok ini karena bisa menggangu kelancaran pelayanan ter hadap masyarakat,” ujar Tgk Adi Zulmawar.

Senada dengan itu Kamalul yang juga merupakan anggota DPRK menyebut persoalan mogoknya kariyawan PDAM Tirta Naga merupakan bagian dari puncak pesoalan manejemen dibawah kepemimpinan Junaidi Zaid.

“Persoalan PDAM Tirta Naga sudah sepatutnya menjadi persoalan daerah, karena masyarak sudah banyak yang mengeluh terhadap pelayanan termasuk rumah sakit juga mengeluhkan terhadap kebutuhan dan kualitas air,” tuturnya.

Hal ini harus direspon serius oleh pihak badan pengawas dalam mencari solusi terhadap kondisi ini. “Kami dari DPRK juga pernah meminta laporan tentang manajemen pengolaan BUMD tersebut yang juga mendapat dana penyertaan modal mencapai 3 Milyar dari sumber APBK tahun 2014,
Sudah sepantasnya segera dievaluasi, Namun sampai dengan memuncaknya persoalan, laporan tersebut juga belum disampaikan, Kami minta pihak terkait harus segera mengevaluasi termasuk mengaudit lembaga tersebut” Lanjut Kamalul.

Ia Berharap, pemerintah daerah harus segera menggambil langkah tegas terhadap direktur PDAM Tirta Naga,” Mogoknya para karyawan menunjukan sangat komplitnya masalah di perusahaan milik daerah ini,” Tegasnya.

Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan, Junaidi Zaid, SE ketika di konfirmasi secara terpisah mengaku adanya aksi mogok sebagian karyawan.”Hanya karyawati saja yang mogok, sedangkan karyawan masih melakukan aktivitasnya di lapangan,” jelasnya.

Menurut dia, aksi tersebut diakibatkan pihaknya selama ini ingin mendisiplinkan karyawan. Namun sikapnya tersebut malah di artikan lain oleh karyawan sehingga pihaknya dituding tidak suka terhadap karyawan.

“Dalam waktu dekat saya akan melaporkan hal ini kepada Bupati sekaligus memohon untuk ditempatnya Satpol PP di kantor PDAM supaya disiplin ini benar-benar diterapkan oleh karyawan,” pungkasnya.(em)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*