Kasus Penahanan Aparat Gampong Berawal Dari Penemuan Dompet

Salah seorang warga Kedai Runding saar berorasi dalam aksi damai yang digelar di halaman kantor Bupati Aceh Selatan, Kamis (27/10).
Salah seorang warga Kedai Runding saar berorasi dalam aksi damai yang digelar di halaman kantor Bupati Aceh Selatan, Kamis (27/10).
Salah seorang warga Kedai Runding saar berorasi dalam aksi damai yang digelar di halaman kantor Bupati Aceh Selatan, Kamis (27/10).

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan, Masridah, ST mengungkapkan, kronologis kasus penahanan empat perangkat Gampong Kedai Runding, Kecamatan Kluet Selatan itu berawal dari penemuan dompet oleh Hendri, Warga Pulo Ie kecamatan yang sama.

“Kejadiannya tiga bulan lalu di pusat keramaian Kedai Runding saat pekan sedang berlangsung, Hendri disebut-sebut mendapatkan sebuah dompet,” ungkap Masridha dalam dialog antara perwakilan masyarakat Kedai Runding dengan Wakil Bupati Aceh Selatan, Kamarsyah, S.Sos, MM di Ruang Rapat Kantor Bupati itu, Kamis (27/10/2016).

Dia melanjutkan, setelah kejadian di pasar itu, selanjutnya di umumkan di Masjid namun Hendri pada saat itu tidak mengindahkan bahkan mencaci maki aparat gampong sehingga timbul kejadian pemukulan terhadap dirinya.

“Saya kebetulan berdomisili di Gampong Kedai Runding sediki – dikitnya mengetahui kronologis tersebut, namun sayangnya saat proses damai dilakukan famili korban pemukulan tidak hadir,” ujarnya.

Menurutnya, upaya damai tetap dilakukan baik di tingkat gampong maupun di tingkat kecamatan, namun tidak membuahkan hasil.

Camat Kluet Selatan, Surya Mursal, SE mengutarakan hal yang sama, upaya damai sudah berkali-kali dilakukan.

“Upaya damai sudah dilakukan tetapi tidak berhasil karena tidak ada kesepakatan kedua belah pihak,” ucapnnya.

Sementara, Asisten I Sekdakab Aceh Selatan, H. Lahmuddin, S.Sos, MM kepada wartawan mengatakan, Pemkab Aceh Selatan akan mengupayakan perdamaian kedua pihak antara Gampong Keudai Rundeng dan Gampong Pulo Ie.

“Hal ini nantinya akan kita bicarakan dengan bapak bupati mengenai upaya damai kedua pihak itu,” jelasnya singkat.

Sebagaimana diketahui, empat perangkat gampong Keudai Rundeng, yakni Dasril (Keuchik), Firman Sadatul (Ketua Pemuda), Idrus (Kaur) dan Syahwal (Kaur) resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Tapaktuan.

Mereka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tapaktuan terkait kasus pemukulan terhadap Hendri tiga bulan lalu itu.(Ran)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*