Selasa, 2 September 2014
tes084
NEWS TICKER
Caleg PNA Aceh Selatan Diberondong Peluru Hingga Tewas »  Di Jalan Gajah Mada Medan, Sejenak Bersama PSK Asal Aceh »  Pemkab Aceh Selatan Tahun Ini Buka Penerimaan CPNS Formasi Umum dan Guru »  Perubahan bentuk tubuh Maharani sejak Kenal Fhatanah »  Pengumuman Hasil Kelulusan UN SMA 2013 »  Memakai Emas Berbahaya bagi Kesehatan Pria, Bahkan bisa Mandul »  Gambar penis muncul di siaran langsung televisi Republik Ceko »  Foto Syur Beredar, Briptu Rani Terancam Dipecat »  Mobil Pengantar Koran Serambi Terjun ke Laut »  Dipaksa Telan Permen, Tujuh Siswa SMAN 2 Kluet Utara Kritis »  Sosok Adi Doles Sang Rapper Aceh »  Bupati Aceh Selatan Mutasi Pejabat Eselon II dan Eselon III »  Polisi Tangkap ‘Nek Rayeuk’ Pemilik Sabu dan Senpi di Trumon Timur »  Adik Bunuh Abang Kandung di Kluet Timur »  Putri Aceh Selatan Jadi peserta Indonesia Youth Forum »  Diduga stres, Adaini Gorok Leher Ibu Mertua Abagnya Hingga Putus »  Polisi Masih Buru Pelaku Penembakan Caleg PNA Aceh Selatan »  Daftar Nama Anggota DPRK Aceh Selatan Priode 2014/2019 »  Tiga Puluh Orang Kuota CPNS Aceh Selatan »  Isu ‘Rekening Gendut’ Milik Oknum PNS Mencuat Di Aceh Selatan » 
 
Home » Terkini » Nasional » Kebakaran hutan di Sumatera, titik api terus bertambah
NASIONAL

Kebakaran hutan di Sumatera, titik api terus bertambah

Selasa, 18 Juni 2013 - 449 Kunjungan
Foto | mdk

Foto | mdk

Aceh Selatan News | Akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Riau kembali mempengaruhi kemunculan hotspot atau titik panas. Bahkan sejak tiga hari terakhir, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat, ada ratusan lebih titik panas yang mengelilingi Riau.

Menurut Analisis BMKG Pekanbaru, Warih Budi Lestari, dari hasil monitoring satelit NOAA, ada 148 titik panas yang menyebar di hampir seluruh Riau, Selasa (18/6). Total tersebut merupakan jumlah titik panas terbanyak dari 187 titik panas yang terdapat di Sumatera.

“Hotspot di Riau jumlahnya bertambah banyak, dari 187 hotspot di Sumatera, 148 titik berada di Riau. Sisanya Sumbar 5 titik, Jambi 26 titik, Sumsel 1 titik, Bengkulu dan Lampung masing-masing 1 titik,”ujarnya.

Selain terbanyak di Sumatera, Warih mengaku, total 148 titik panas tersebut juga merupakan yang terbanyak dibandingkan hari-hari sebelumnya. Di mana pada Senin (17/6) lalu, hanya ada 106 titik panas di Riau, sedangkan Minggu (16/6) jumlahnya mencapai 115 titik.

Masih menurut Warih, peluang hujan di wilayah Riau pun menjadi nihil, dikarenakan hotspot meningkat tajam. “Cuaca di Riau umumnya cerah hingga berawan, belum ada peluang hujan,”pungkasnya.

Selain itu, sambung Warih, juga akibat faktor adanya badai tropis LEEPI yang berada di sebelah timur Philipina sehingga menyebabkan masa udara di Riau tertarik ke pusat badai tropis serta membuat pembentukan awan hujan di Riau menjadi terganggu.

Disinggung mengenai suhu udara, warih menuturkan, kategori suhu di Riau pun masih tergolong panas. Mencapai 35,2 derajat celcius.

“Suhu tertinggi hari ini, mencapai 35,2 derajat celcius. Sehari sebelumnya hampir sama antara 34-35 derajat celcius,”bebernya.

Terkait adanya badai Tropis LEEPI di timur Philipina, Warih mengaku keberadaan badai tropis itu diperkirakan masih tetap ada sampai dua hari ke depan.

“Hingga dua hari ke depan nanti, peluang hujan tetap masih sangat minim,”cetusnya.

Warih mengatakan, dengan keadaan cuaca yang sangat panas dan kering saat ini, sangat mudah menjalar, terutama di daerah yang memiliki banyak hotspot. Jika tak dicegah, maka akan sulit untuk memadamkannya. Apalagi hujan juga masih nihil.

“Hal itulah yang selalu menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Mesti ada pencegahan dari pihak terkait,” singkatnya.

Sementara, untuk visibility atau jarak pandang, terhitung Selasa (18/6) pukul 07.00 WIB pagi, jarak pandang di Pekanbaru masih normal dan mencapai 10 km. (mdk)

Related Post