Hukum /  -

Kejari Asel Gelar Lomba Duta Sadarkum Tingkat Siswa SLTA

Oktober 19th, 2017 | Posted in Hukum, Pendidikan | |
2017-11-24 22:19

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan menggelar lomba cerdas  cermat Duta Pelajar  Sadar Hukum (Sadarkum) tingkat siswa  SLTA se-Aceh Selatan, bertempat di Gedung Rumah Agam,  jalan Nyak Adam Kami Tapaktuan, Kamis (19/10/2017).

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Selatan, Kamarsyah, S.Sos, MM. Dihadiri Kajari Aceh Selatan, Munif, SH, MH, Kepala Dinas Pendidikan  Drs Martunis, Kepala UPTD PPMG Wilayah IX  Tapaktuan Dinas Pendidikan Aceh, Drs Adi Multa,  Kadis Pemuda da Olahraga, Drs H Syamsulijar,  Kabag Humas Setdakab, Masriadi S.STP, M.Si dan undangan lainnya.

Wabup Kamarsyah dalam arahannya mengatakan, kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari tingkat kesadaran hukum warganya. Semakin tinggi kesadaran hukum penduduk suatu negara akan semakin tertib keshidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Indonesia adalah negara hukum, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun  di sekolah – sekolah juga tida terlepas dari aturan,” ujarnya.

Kajari Aceh Selatan,  Munif  sebelumnya menyampaikan, dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah terlepas dari aturan-aturan dalam hal ini disebut norma kehidupan.

“Maksudnya,  norma adalah kaedah berprilaku  dalam keseharian. Norma dapat dibagikan menjadi norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan dan norma hukum,” tuturnya.

Ia merincikan, bahwa  norma hukum adalah norma yang dibuat oleh negara dan diakui oleh masyarakat dan dipaksakan untuk ketertiban.

“Diharapkan dengan kegiatan ini adik-adik yang belum mengetahui hukum bisa mengetahui, setelah mengetahui tidak cukup, haruslah diamalkan,” harapnya.

Menurutnya, khusus di Aceh norma hukum ada yang berbentuk qanun, qanun bukan merupakan norma agama karena dilihat dari sisi pembuatannya adalah norma hukum, dengan keistimewaannya Aceh bisa melahirkan qanun nomor 6 tahun 2014 yaitu hukum jinayat.

“Hukum yang diatur dalam qanun itu adalah perbuatan yang dilarang oleh agama Islam. Kenapa di Aceh harus pakai jilbab dan kenapa di Aceh tidak boleh berduan ditempat gelap yang bukan muhrim dilarang itu karena qanun ini (qanun no. 6 tahun 2014),” papar Kajari Munif.

Ia menambahkan,  membuat masyarakat sadar hukum adalah satu tupoksi Kejaksaan yang diatur dalam undang-undang.

Kegitan itu diikuti oleh 32 SMA/SMA se-Aceh Selatan masing-masing sekolah mengirim 2 orang perwakilan yang terdiri 1 siswa dan 1 siswi. Acara juga dilaksanakan didua lokasi yakni gedung rumoh Agam dan gedung rumoh inong yang berada dalam komplek pendopo.(Ran)

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.