Kerugian Banjir Aceh Selatan Rp 17 Miliar

endapan bekas longsoran yang mencapai 50 cm menyelimuti SMA Labuhanhaji Barat
endapan bekas longsoran yang mencapai 50 cm menyelimuti SMA Labuhanhaji Barat

Tapaktuan – Kerugian akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, mencapai Rp17 miliar lebih, yang terdiri dari nilai fisik infrastruktur perhubungan, pertanian, pemukiman dan harta benda penduduk yang rusak.

Sejumlah kawasan di “Kabupaten Pala” tersebut sejak Sabtu (1/11) lalu, dilanda banjir besar. Kendati tidak ada korban jiwa, namun kerugian material yang diderita cukup besar.

Bupati Aceh Selatan H T Sama Indra melalui Kabag Pembangunan Setdakab Afdal di Tapaktuan, Rabu menyebutkan, akibat bencana alam itu sedikitnya 10 kecamatan terendam banjir yang diakibatkan luapan air sungai dan hujan lebat yang melanda selama dua hari.

Sementara, rapat koordinasi bencana banjir Aceh Selatan yang dipimpin Wakil Bupati Kamarsyah di Kantor BPBD Aceh Selatan, terungkap kerugian akibat banjir itu mulai dari rumah terendam, rusaknya palawija, irigasi, putusnya jembatan penyeberangan, putusnya akses kekeluargaan, stagnannya ekonomi dan sebagainya.

Kepala BPBD Aceh Selatan Cut Syazalisma mengatakan, sedikitnya terdapat 31.704 jiwa yang mengaalami dampak banjir tersebut atau setara dengan 7.926 kepala keluarga (KK).

Perubahan data dari sebelumnya 12.645 jiwa dengan 6.965 KK setelah adanya laporan lengkap dari para camat yang wilayahnya terkena banjir, yakni Labuhan Haji Barat, Labuhan Haji, Labuhan Haji Timur, Meukek Sawang dan Samadua, Kluet Utara, sebagian Kluet Tengah, Pasie Raja, Kuta Bahagia dan Trumon.

Kepala Dinas Sosial Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Selatan Yahya Azmar menerangkan, Pemkab setempat telah menyalurkan 10 ton beras kepada korban banjir. Bantuan ini merupakan bantuan masa panik.

Selain itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa mie instan dan makanan siap saji lainnya untuk para korban yang terdapat di sebagian wilayah Aceh Selatan itu.(antaraaceh)

Komentar