Kluet Selatan, Jika Bulan Terang Petani Bekerja Hingga Malam dan Usai Salat Subuh

Petani beristirahat sekedar melepas dahaga, Indra Damai, Kluet Selatan
Petani beristirahat sekedar melepas dahaga, Indra Damai, Kluet Selatan
Petani beristirahat sekedar melepas dahaga, Indra Damai, Kluet Selatan

Aceh Selatan News | Kluet Selatan – Hari mulai senja gubuk sawah di gampong Indra Damai mulai terlihat diterangi cahaya pelita, saat musim turun kesawah seperti saat ini banyak pentani yang pindah menempati pondok-pondok sawah untuk mengoptimalkan waktu kerja mereka.

Dari kejauhan terlihat pemandangan yang sangat asri pondok-pondok terlihat di terangi lampu teplok di depannya, suara jangrik dan kodok yg bersahutan kian menambah suasana alami areal persawahan.

Menurut, Mantri Tani Kluet Selatan, Hendri Kusnadi, Setiap musim tanam tiba. Para petani membawa bekal seperti beras dan bahan makanan lainnya untuk seminggu atau lebih ke pondok yang berada areal persawahan jika bekal habis barulah mereka pulang untuk mengambil bekal lagi.

Empat ratus hektar lebih lahan sawah digarap disana,”empat blok jadi sudah di blok dengan parit saluran irigasi jadi sekitar 4 hektar lebih,” Ujar Pria yang akrab disapa Iyen itu, Minggu 8 Februari 2016.

Menurut petani jika mereka tinggal disana (pondok sawah) maka waktu kerja lebih efisien.

“Kami bisa bekerja setelah magrib jika bulan terang, dan setelah salat shubuh langsung mulai turun kesawah,” terang mentri tani menirukan ucapan salah seorang petani.

Apakah setelah ini akan ada para petani yang mau pindah kepondok ketika turun kesawah. karena yang sekarang pindah ke pondok adalah petani yang usia lanjut rata-rata. Ini menjadikan keraguan yang harus dijawab secara bijak oleh pemangku kebijakan bagaimana memaksimalkan potensi disektor pertanian di Aceh selatan.

Sekitar 30 pondok pada musim ini ditempati oleh petani menurut hitungan Mantri Tani, yang tinggal disana petani yang asal desa lain dalam kecamatan kluet selatan, masing-masing mereka mendirikan bangunan sederhara berbentuk panggung sekira berukuran 2×3 didekat sawah yang mereka garap.

Jumlah lahan yang digarap tahun ini jika mengacu pada data jumlah lahan, mencapai 1.200 Ha,” Tahun 2015 jumlah lahan yang di garap 1.520 Hektar sedangkan tahun ini hingga kini kebih jurang 1.200 Hektar,” ujarnya.

Sentuhan bantuan dari pemerintah berbentuk dua macam pertama RJIT (rehab jaringan irigasi tersier) didalam bantuan ini termasuk bibit padi dan pupuk, sedangkan bantuan satu lagi optimalisasi lahan berbentuk anggaran yang distrubusikan melalui kelompok.

Ia menambahkan ditahun 2016 akan ada penamabahan cetak lahan baru yang akan dikerjakan zipur dengan anggaran dari pusat sebesar 300 Ha untuk Kluet selatan yang tersebar di gampong Indra Damai, Pasie Lembang dan Ujung Padang.

Tantangan yang dihadapi saat ini menurut Hendri adalah merubah mainset petani menjadikan sektor pertanian sebagai sumber pencaharian,”Bulog bersedia menampung beras hasil tani masyarakat artinya pasarnya sudah jelas selain pasar harian lainnya, sekarang petani sebagian masih bertani hanya untuk makan sebenarnya ini bisa menjadi penghasilan utama dengan catatan petani bertani dua kali dalam setahun, tidak mencari pekerjaan lain setelah panen,”Pungkas Mantri Tani Kluet Selatan Tersebut.(iy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*