Hukum /  -

Komisi I DPR Aceh Kunjungi Rutan Tapaktuan

Mei 23rd, 2017 | Posted in Hukum, Parlementaria, Tapaktuan | |
2017-11-24 22:20

IMG-20170522-WA001Aceh Selatan News | Tapaktuan – Anggota Komisi I DPR Aceh mengunjungi Rumah Tahanan Kelas II-B Tapaktuan, Senin (22/5/2017). Rombongan wakil rakyat ini melihat langsung kondisi rutan yang banyak digandrungi sejumlah masalah yang selama ini dirasakan tahanan.

Persoalan yang paling mendasar ditemukan yakni jumlah penghuni rutan yang melebihi kapasitas dan belum adanya sarana dan prasarana yang mencukupi terutama kebutahan dasar air bersih.

Adapun anggota DPR Aceh yang ikut dalam rombongan yakni Abdullah Saleh, Jasmi Has, Zaini Bakri dan Asib Amin. Dalam kesempatan itu anggota Komisi I sempat berbincang-bincang dengan penghuni rutan dan meminta keterangan dari kepala rutan Irman Jaya A.Md.Ip.

“Kunjungan ini merupakan kebijakan DPR Aceh melalui Politik, hukum dan Keamanan Pemerintahan maka perlu kita lakukan kunjungan dan melihat langsung kondisi LP dan Rutan yang ada di Kabupaten/Kota,” ungkap Ketua Komisi I DPRA, Abdullah Saleh.

Lanjut Abdullah Saleh, selama ini ada sejumlah pergeseran fungsi dan penempatan kapasitas terhadap dua lembaga ini.

“Kita melihat selama ini ada beberapa rutan seperti Rutan kelas II B Tapaktuan statusnya Rutan tapi ini digunakan juga sebagai fungsi napi dan sebaliknya ada juga LP digunakan sebagai fungsi Rutan,” terangnya.

Kunjungan yang meliputi seluruh rutan dan LP yang ada di Aceh ini nanti akan menjadi bahan evaluasi dan akan follow up.

“Disini kami turun langsung untuk meninjau kondisi baik itu LP atau rutan di wilayah timur, barat dan selatan hasilnya nanti akan kita evaluasi sebagai bahan apa yang perlu kita follow up di DPRA baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek,” kata Abdullah Saleh.

Menurut para anggota DPRA menilai rutan Tapaktuan kondisi sangat terbatas dan sempit dan banyak fasilitas yang belum memadai.

“Dengan kondisi lokasi dan lahan yang sempit salah satu alternatifnya memindahkan bangunan dengan cara tukar guling baik dengan pemerintah daerah ataupun pihak swasta, Dan kalaupun Pemda yang buat harus melihat lokasi tempat bangunan yang bagus sarana dan prasarana yang layak terhadap mereka,” harapnya.

Sementara itu kepala Rutan kelas II B Tapaktuan, Irman Jaya juga menyampaikan kepada anggota Komisi I tentang keterbatasan fasilitas di dalam rutan.

“Kepala Rutan telah menyampaikan kepada kami tentang minimnya fasilitas di dalam dan katanya hal ini juga telah di sampaikan kepada Pemda bahkan Bupati juga sudah beberapa kali berkunjung ke Rutan dan kami juga menilai kondisi ril di dalam rutan dari sekian napi setengah itu berasal dari kabupaten Abdya dan hal ini nantinya akan kami bahas di dalam rapat DPRA dengan Kanwil Hukum dan Ham tentang kondisi rutan Abdya yang belum di fungsikan mudah-mudahan dapat di fungsikan kembali untuk mengurangi over kapasitas rutan Tapaktuan,” tutur Abdullah.

Kondisi Rutan Tapaktuan menurut anggota DPRA yang berkunjung lebih baik dibandingkan kondisi Rutan Meulaboh baik fasilitas kamar mandi, keramik lantai dan juga kondisi bangunan, Cuma kendalanya rutan Tapaktuan masalah air bersih dan over kapasitas.

Dalam kesempatan itu anggota DPRA juga menyinggung masalah pembebasan bersyarat (PB) yang selama ini menjadi polemik napi di Rutan Tapaktuan.

“Kalau masalah itu kami sudah sampaikan kepada kepala Rutan untuk segera dipercepat dan kami juga akan mendorong di DPRA,” tutup Abdullah Saleh.(Jn)

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.