Koperasi Malaysia Tertarik Bangun Pusat Bisnis di Aceh




Bisnis-Di-Internet-Tanpa-ModalBanda Aceh – Koperasi Shamelin Berhad asal Malaysia tertarik bekerja sama dengan pebisnis di Aceh untuk membangun pusat bisnis yang diberi nama Banda Aceh Sentral Bisnis Madani.

Ketertarikan tersebut dikemukakan saat delegasi Koperasi Shamelin Berhad yang dipimpin Datok Faisal Hasan berkunjungan sekaligus temu ramah dengan jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh, Rabu.

Kunjungan rombongan Koperasi Shamelin Berhad ke Banda Aceh dalam rangka melihat prospek perkembangan koperasi, pembangunan, serta geliat usaha kecil dan menengah di Kota Banda Aceh pascagempa dan tsunami.

Pertemuan ini diawali dengan pemaparan berbagai potensi dan geliat ekonomi Kota Banda Aceh oleh Asisten Keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan Ir Bahagia dan dilanjutkan oleh Kepala Bappeda Kota Banda Aceh T Bukhari Budiman.

Bukhari Budiman memaparkan perencanaan pembangunan proyek Banda Aceh Sentral Bisnis Madani yang rencananya didirikan di kawasan Terminal Keudah.

Setelah mendengar paparan itu, pihak Koperasi Shamelin Berhad mengaku tertarik dan ingin melakukan ‘joint venture’ terhadap proyek bernilai Rp270 miliar lebih tersebut.

“Pertemuan ini sebagai pembuka jalan. Dan kami berminat untuk joint venture pembangunan proyek tersebut. Mudah-mudahan dari pertemuan ini ada tindak lanjutnya,” kata Datok Faisal Hasan.

Selain tertarik bekerja sama membangun pusat bisnis tersebut, koperasi dari Malaysia itu juga menawarkan ingin membuka usaha kebun karet dan sawit jika diberikan lahan yang besar di Provinsi Aceh.

Selain melihat prospek ekonomi di ibu kota Provinsi Aceh, Datok Faisal Hasan mengatakan kedatangannya bersama rombongan ingin menyambung tali silaturahmi kedua negara yang terikat dengan satu rumpun yaitu rumpun Melayu.

Menurut dia, Kota Banda Aceh berkembang cukup pesat setelah dilanda bencana gempa dan tsunami. Ibu kota Provinsi Aceh tersebut lebih baik dibanding beberapa tahun lalu.

“Senang berada di Banda Aceh. Kita memiliki kesamaan agama yang kuat dan terikat dalam satu rumpun yakni rumpun Melayu,” ujar Datok Faisal Hasan yang mengaku keturunan Aceh dan sempat pula menjadi Datok Bandar (Wali Kota) Pulau Penang. (antaraaceh)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*