KPA Lhok Tapaktuan Bantah Terlibat Aksi Pembakaran Alat Berat

Aceh selatan News | Tapaktuan – Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Lhok  Tapaktuan, Kecamatan Samadua keberatan atas dugaan keterlibat dalam aksi pembakaran excavator (beco) dan dump truck di lokasi proyek pengerjaan jalan Alu Rumbia, Samadua, pekan lalu.

Beberapa pengurus KPA wilayah Lhok Tapaktuan, Kecamatan Samadua telah diminta keterangannya sebagai saksi oleh polisi terkait insiden terbakarnya dua unit alat berat milik PT. Padua Bumi Dirgantara tersebut.

Kuasa Hukum KPA Lhok Tapaktuan, Baiman Fadhli, SH saat menggelar jumpa pers di Cafee Radja Kupi, Tapaktuan, Senin (28/12) membantah kliennya terlibat pembakaran alat berat di Samadua.

“Bila dikaitkan sebelum terjadinya kebakaran alat berat, beberapa pengurus KPA Kecamatan Samadua pernah menemui pihak perusahaan untuk negosiasi meminta kerja, sehingga dengan itu timbul asumsi terlibat dalam pembakaran, hal itu tidak benar,” ujar Baiman.

Dia menyayangkan, kliennya yang belum tentu ada keterkaitannya dalam kebakaran telah ikut diperiksa oleh polisi sebagai saksi. Sehingga ada indikasi pencemaran nama baik KPA.

“Indikasi pencemaran nama baik itu adalah bahwa pelapor mengatakan pernah bertemu dengan saksi-saksi sebelum kejadian,  seolah-olah timbul sakit hati padahal tidak,”  tegas Baiman

Terkait pemanggilan sebagai saksi dan merasa di fitnah, Baiman sebagai pengacara KPA Lhok Tapaktuan, Kecamatan Samadua menyatakan, akan melakukan somasi terhadap perusahaan yang mengerjakan jalan Alu Rumbia itu.

“Terkait upaya hukum tentang timbulnya fitnah terhadap KPA,  kita akan berumbuk kembali, namun tidak tertutup kemungkinan kami akan melakukan itu. Kami mendukung langkah hukum yang dilakukan polisi dalam mengungkap pelaku pembakaran itu,” tuturnya.

Sementara, juru bicara KPA Lhok Tapaktuan, Kecamatan Samadua, Herman mengutarakan, tuduhan tersebut telah melukai harga diri KPA, karena selama ini pihaknya tidak pernah melakukan intimidasi dan bahkan mendukung kelancaran proyek.

“Meski dalam pengerjaan proyek tersebut telah membuat sengsara ribuan masyarakat, akibat pengerjaan jalan itu telah menghancurkan 38 batang pipa PDAM sehingga kini masyarakat kesulitan air bersih,” ungkapnya.(ran)

Komentar