Lagi, Akibat Erosi 3 Rumah di Koto Indarung Harus di Bongkar




Aliran Sungai Kluet, Foto Direkam di Gampong Pasi Merapat, 3 November 2014
Aliran Sungai Kluet, Foto Direkam di Gampong Pasi Merapat, 3 November 2014
Aliran Sungai Kluet, Foto Direkam di Gampong Pasi Merapat, 3 November 2014

Tapatuan – Hujan yang mengguyur sejumlah kawasan di Aceh menyebabkan banyak titik banjir dan longsor yang tersebar di sepanjang wilayah pantai barat selatan bahkan jalur transportasi darat lintas Banda Aceh – Meulaboh sempat terputus selama dua hari.

Di Aceh selatan sejumlah kawasan terendam banjir namun hari ini, Selasa (04/11) air sudah mulai surut,” Untuk sementara air sudah mulai surut, tapi kondisi air disungai masih penuh dan mengkhawatirkan,” Ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma saat dihubungi acehselatan.com .

“ Untuk wilayah Kluet yang sangat mengkhawatirkan di Koto Indarung, Siurai-urai erosi tebing semakin parah dari laporan yang terbaru 3 unit rumah harus dibongkar hari ini,” Terang Cut Syazalisma.

Ia menyebut, BPBD beserta perangkat Pemda dalam status tanggap darurat, untuk memantau beberapa titik rawan bencana banjir seperti, Kluet Tengah ; Koto Indarung, Siurai-urai, Kluet Selatan ; Pasie Merapat dan sejumlah wilayah di Labuhanhaji Raya.

Lebih lanjut, Cut mengatakan pihaknya juga sedang menangani sungai di kawasan labuhanhaji yang tersumbat,” sekarang kami sedang menangani yang menghambat aliran sungai di wilayah labuhanhaji,” Pungkasnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Mustaruddin Anggota DPRK Aceh Selatan menyampaikan setidakanya dalam tahun 2014 sudah delapan rumah yang harus direlokasi secara swadaya oleh masyarakat di wilayah menggamat karena erosi tebing yang semakin membahayakan.

“ Selain Pemukiman penduduk Erosi sungai Kluet juga mengancam infrastukr jalan dikawasan itu,” lanjut Politisi Partai Aceh tersebut.(iy)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*