Laptop Kepala Program Nuklir Israel digasak maling

Foto | Ist | Laptop
Foto | Ist | Laptop

Aceh Selatan News | Dunia – Dunia – Shaul Horev, Kepala Komisi Energi Atom dan Program Nuklir Israel (AEC), melaporkan laptopnya telah hilang. Ini kedua kalinya komputer jinjing dia dicuri.

Horev adalah orang yang memegang informasi rahasia paling tinggi dan bisa mendapatkan akses langsung wilayah sensitif di Israel. Dia pula yang menyimpan seluruh data penting, termasuk soal badan intelijen Israel Mossad dan program nuklir Iran, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Kamis (28/2).

Komputer jinjing Horev dicuri di rumahnya. Militer Negeri Bintang Daud tengah memburu rampok mengambil laptop itu. Selain laptop Horev juga kehilangan dompet dan ponselnya. Dia langsung menelepon Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas kasus menimpanya namun dia menyakinkan tidak ada hal penting dalam laptop itu, seperti dilansir surat kabar Haaretz.

Maling itu memang luar biasa lantaran rumah Horev sudah ada pengawal dan dipasang kamera pengintai namun tetap saja pencoleng itu berhasil melakukan aksinya. Rekan kerja Horev, Matthew Fuhrmann mengatakan temannya itu telah menjadi korban mata-mata. “Badan internasional banyak mempraktekkan pencurian data penting, terutama di hotel saat orang berwenang itu tengah bepergian ke luar negeri. Israel sering mempraktekkan pola ini,” ujar Fuhrmann.

Fuhrmann menambahkan sebenarnya sulit untuk komputer jinjing berisi data penting keluar dari markas AEC, namun ini lain perkara sebab yang membawa merupakan orang paling penting di sana. “Berita ini bakal menampar Israel,” katanya.(MDK)

top �� vj���angan dompet dan ponselnya. Dia langsung menelepon Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas kasus menimpanya namun dia menyakinkan tidak ada hal penting dalam laptop itu, seperti dilansir surat kabar Haaretz.

Maling itu memang luar biasa lantaran rumah Horev sudah ada pengawal dan dipasang kamera pengintai namun tetap saja pencoleng itu berhasil melakukan aksinya. Rekan kerja Horev, Matthew Fuhrmann mengatakan temannya itu telah menjadi korban mata-mata. “Badan internasional banyak mempraktekkan pencurian data penting, terutama di hotel saat orang berwenang itu tengah bepergian ke luar negeri. Israel sering mempraktekkan pola ini,” ujar Fuhrmann.

Fuhrmann menambahkan sebenarnya sulit untuk komputer jinjing berisi data penting keluar dari markas AEC, namun ini lain perkara sebab yang membawa merupakan orang paling penting di sana. “Berita ini bakal menampar Israel,” katanya.(MDK)

 

(MDK)

Komentar