LSM dan Praktisi Hukum: Pengadilan Harus Segera Tuntaskan Kasus Korupsi Handtraktor di Aceh Selatan

Ilustrasi Google
Ilustrasi Google

Aceh Selatan News | Tapaktuan – LSM Aceh Coruption Watch (ACW),  mendorong penyelesaian kasus dugaan korupsi handtraktor 2002 lalu, agar segera dilimpahkan ke Pengadilan tipikor Banda Aceh. Hal ini disampaikan oleh Delfi Afrawi, Kepala Devisi Hubungan Aceh, di Tapaktuan, Selasa (12/11)

ACW meminta agar pihak kejaksaan tinggi tapaktuan agar segera mempersiapkan berkas pelimpahan kasus tersebut ke pengadilan tipikor Banda Aceh, “Kita harapkan agar ada penyelesaian segera, kasus ini sudah terlalu lama mengambang semua pihak terkait harus memudahkan proses pengusutan kasus ini,” ujar Delfi

Pihaknya mengaku akan memantau proses kasus tindak pidana korupsi ini hingga selesai, “ACW akan selalu memantau dan mendapangi hingga kasus ini ke pengadilan tipikor Banda Aceh,” tegasnya.

Praktisi hukum H Wahyu M Waly Putra, SH menilai pihak kejaksaan harus segera menuntaskan perkara tersebut, “Terlepas dari polemik berkas perkara antara kejaksaan dan pengadilan seharusnya kejaksaan harus segera menuntaskan perkara tersebut karena sudah cukup lama,” ungkap Wahyu.

Menurutnya jika terus seperti itu, nama-nama yang terseret dalam kasus tersebut tidak mendapatkan kepastian hukum,”Harus segera diproses sehingga tersangka mendapatkan kepastian hukum terkait kasusnya, apakah bersalah atau tidak, dan lagi pula secara moral mereka (tersangka-red) terzalimi karena  dimasyarakat mereka masih dianggap bersalah padahal perkaranya sendiri mandek tidak ada suatu kepastian apapun,” tambahnya.

Ia berharap kepada institusi terkait segera menuntaskan perkara – perkara korupsi yang masih belum selesai, dan tidak menjadi tanda tanya dimasyarakat mengapa perkara-perkara korupsi tidak pernah tuntas di Aceh selatan.

Sebelumnya diberitakan Dugaan kasus korupsi penyimpangan dalam pelaksaan proyek pengadaan handtraktor pada tahun 2002 sebanyak 40 unit, dengan menyeret beberapa nama orang penting di Aceh Selatan seperti , Aqlizar, SH, Mudaris, SP, dan Ir. Said Azhar. (iy)

Komentar