Mahasiswa Tolak Poltas Dijadikan “Garapan” Politik

Ilustrasi
Ilustrasi

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Mahasiswa yang menamakan dirinya sebagai Mahasiswa politeknik Aceh Selatan Peduli Independen, menolak Poltas dijadikan lahan politik, mereka menilai ada orang-orang dari civitas akademika kampus  tergabung sebagai pengurus partai.

Junibar, salah seorang mahasiswa menilai orang-orang tersebut masih menerima gaji tiap bulannya dari kampus kesayangan mereka itu “Kami menduga ada oknum tersebut masih menerima gaji dari Poltas,” Ujar Junibar.

Mereka berharap kepada pihak Poltas agar segera mengevaluasi polemik yang terjadi saat ini,” kami meminta kepada pihak kampus Poltas dan para pihak peduli pendidikan Aceh selatan untuk segera mengevaluasi dan menindak lanjuti secepat mungkin persoalan ini demi menjaga nama baik poltas,” tambahnya.

Selain itu mereka juga mempertanyakan nama beberapa mahasiswa yang tercantum dalam SK salah satu partai Nasional.” Ada beberapa nama mahasiswa yang terdapat disana tanpa konfirmasi,” terangnya.

Dikonfirmasi secara terpisah direktur poltas, Senin (2/12) Yohanis Yunus, M.Eng mengaku telah menyurati pihak yayasan, terkait masalah tersebut. “Saya sudah menyurati pihak yayasan bahkan sejak 4 bulan lalu namun hingga sekarang belum ada balasan,” keluhnya.

Namun saat ditanya tentang mahasiswa yang nama-nama mereka tertera dalam SK salah satu Parnas tersebut, ia enggan mengomentarinya. “Kalau mahasiswa terlibat politik, kita tidak bisa larang, tapi kalau pegawai itu tanggung jawab saya karena mereka digaji dan bekerja untuk rakyat,” tambahnya

Lebih lanjut ia juga akan memanggil dosen-dosen yang yang disinyalir sebagai pelaku politik praktis tersebut,” akan kita panggil jika memang ada, kalau ada informasi tolong laporkan,” tutupnya. (Iy)

Komentar