Masyarakat Dihimbau Tidak Datang ke Praktik Perdukunan Sukran

IMG_20170602_125607Aceh Selatan News | Tapaktuan – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Selatan menghimbau agar masyarakat Aceh Selatan tidak berobat pada praktik pengobatan yang dilakukan oleh saudara Sukran yang berdomisili di Gampong Pawoh, Kecamatan Labuhanhaji. Hal ini disampaikan oleh Kadis Syariat Islam Kabupaten Aceh Selatan, Tgk Muhammad Rasyid saat menyampaikan khutbah Jum’at 2 Juni 2017 di Mesjid Agung Istiqamah Tapaktuan.

“Sebelum mengakhiri khutbah saya sampaikan himbauan dari Forkopimda agar masyarakat jangan sekali-sekali berobat ke saudara Sukran, karena selain diduga menyimpang dari ajaran islam praktik perdukunan tersebut juga tidak memiliki izin,” katanya.

Dilanjutkannya, Rekomendasi adanya indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh Sukran sudah diserahkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Selatan ke Pemkab Aceh Selatan dan rekomendasi ini juga akan diteruskan ke MPU provinsi untuk ditentukan sesat atau tidak karena yang berhak menentukan sesat atau tidak adalah MPU Provinsi.

“Rekomdasi MPU Aceh Selatan tentang pengobatan yang dilakukan oleh saudara Sukran di Paoh Labuhanhaji dinyatakan menyimpang.”

Beberapa waktu lalu, MPU juga sudah memanggil Sukran ke Sekretariat MPU di Aceh Selatan, Saat dimintai keterangan Sukran mengisahkan pengobtan yang ia jalani dimulai sejak setahun lalu.

“Saat bulan ramadhan 1437 H tahun lalu, dia kemasukan roh halus berbadan besar berjubah putih dan ia mengaku dibawa naik ke langit dan dibelah dadanya untuk dimasukkan kalamullah Alquran dalam dadanya bahkan mengaku berjumpa langsung dengan Allah dan melihat surga dan neraka,” ujar M Rasyid mengutip keterangan yang disampaikan Sukran kepada MPU Aceh Selatan.

Rasyid mengatakan bahwa Jum’at lalu Sukran beserta tiga temannya sempat datang ke Mesjid Agung Tapaktuan untuk melaksanakan shalat jum’at namun setelah mempraktikkan cara shalat yang tergolong aneh Sukran meninggalkan mesjid sebelum shalat jum’at berlangsung.

“Jum’at yang lalu ternyata saudara Sukran sempat ingin shalat jum’at disini namun saat khatib akan naik ke mimbar dia bersama tiga pengawalnya meninggalkan mesjid, waktu itu sempat mebuat risih jemaah yang lain, ternyata itulah saudara Sukran itu,” kata M Rasyid.(Iy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*