Masyarakat Kecewa Terhadap Kegiatan  OTT di Meukek




Aceh Selatan News | Meukek – Masyarakat Gampong Jambo Papeun, Kacamatan Meukek,  Aceh Selatan mengaku kecewa atas klaim tim gabungan yang menyatakan terjadi perambahan hutan lindung di kawasan  gunung Jambo Batee, gampong setempat,  pada Senin 2 Oktober 2017 lalu.

“Hal sebenarnya bila dilihat secara hati jernih, tidak ada kejadian perambahan hutan lindung di kawasan ini, karena pohon yang ditebang itu adalah pohon durian dan pohon kemiri yang sudah tidak produktif lagi karena sudah tua,” ungkap  Keuchik Gampong Jambo Papeun, Hadi Irani didampingi Sekdes Sasmin dan tuha peut kepada wartawan di lokasi diduga perambahan hutan, Kamis (5/10/2017) lalu.

Ia mengatakan, akibat klaim yang menyatakan kawasan gunung Jambo Bate masuk kawasan hutan lindung telah membuat  masyarakat resah, karena sejak puluhan tahun lalu, kawasan tersebut merupakan lahan perkebunan.

“Dulu memang pernah ada di pancang patok (batas) di bawah sekali dari kawasan gunung Jambo Batee, tetapi patokan itu sudah hilang. Namun, setelah dipatok dulu, tidak dilakukan sosialisasi sehingga masyarakat tidak tahu, mana batas hutan lindung dan mana kebun masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, terkait adanya pendataran puncak gunung dengan menggunakan alat berat excavator (beco) dilakukan untuk menjadikan Jambo Batee sebagai lokasi wisata. Konon lagi, kondisi tanahnya sudah tandus.

“Nantinya di kawasan gunung Jambo Bete itu akan dijadikan kawasan wisata menarik, maka dilakukan penataan lokasi. Pohon durian dan kemiri yang telah ditebang tersebut direncanakan untuk membangun pondok di kawasan itu,” tuturnya.

Ia melanjutkan, sebelumnya tanah dikawasan gunung Jambo Batee yang sedang digarap merupakan milik 5 warga Gampong Jambo Papeun yaitu, M Saman, Nazaruddin, Farisah, Makadir dan Faridah, kemudian dibeli oleh Teuku Habibi.

“Perlu diketahui, tanah itu telah dikelola oleh warga saya  sejak 40 tahun lalu untuk bercocok tanam, saya tidak menjamin bila nantinya timbul aksi masyarakat. Masyarakat yang juga memiliki lahan perkebunan di kawasan itu marah kepada saya, karena kegiatan  OTT oleh tim gabungan tersebut tanpa sepengetahuan aparat gampong,” ucapnya.

Seandainya juga, tambah  Hadi Irani,  jika klaim itu benar bahwa kawasan gunung Jambo Bate masuk dalam kawasan hutan lindung, maka diharapkan kepada pihak terkait agar merevisi ulang batas kawasan hutan di daerah itu.(Ran)

 

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*