Masyarakat Pasieraja Jangan Mudah Terprovokasi Soal PT PSU

gb124Aceh Selatan News | Pasieraja – Masyarakat Kecamatan Pasieraja dihimbau tidak mudah terprovokasi dan terpengaruh dengan isue-isue yang tidak benar, menyangkut PT Pinang Sejati Utama (PSU) yang kini dihentikan operasionalnya, karena masih menunggak pembayaran golden share dan sewa pelabuhan  ekspor Ujung Pulo, Kecamatan Bakongan Timur.

Himbauan ini disampaikan Bupati Aceh Selatan HT. Sama Indra,SH dalam pidatonya  ketika mengantar tugas Camat Pasieraja Ranistan,SE menggantikan Subki HS,S.Pd yang kini ditempatkan di Dinas Pendidikan. Acara tersebut dirangkaikan  dengan pelantikan 14   Keuchik baru wilayah itu, Jumat (5/7), di gedung SDN I Pasieraja.

“Percayalah kepada Pemkab saat ini yang terus berupaya agar masyarakatnya hidup lebih  sejahtera, “katanya seraya mengatakan pihaknya tidak ingin potensi alam Aceh Selatan yang kaya ini hanya dimanfaatkan segelIntir orang, tetapi harus menyentuh kepentingan masyarakat secara umum melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut TS yang akrab disapa, saat ini pemerintah sedang berusaha menertibkan perusahaan-perusahan tambang yang ada di bumi Aceh Selatan serta mencari solusi terbaik agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan. Artinya perusahaan yang baik adalah  perusahaan yang tidak merugikan daerah dan rakyatnya.

Menyangkut dengan penggunaan pelabuhan yang ada di Bakongan Timur, saat ini telah habis masa kontraknya dan sedang dalam proses pembuatan kontrak baru, jika selruh  tunggakan kewajibannya dilunasi.  “Untuk itu, camat yang baru dan para keuchik yang dilantik, nantinya dapat memberikan informasi-informasi yang benar kepada masyarakatnya tentang isu yang hanya menguntugkan pihak perusahaan,” harap TS.

Selain itu, camat dan keuchik segera duduk rembuk mencari sumber-sumber air yang dapat dipergunakan untuk irigasi, agar petani tidak lagi memperlakukakan  areal sawahnya sebagai  lahan  berstatus tadah hujan, sehingga areal yang terlantar akibat kesulitan air, dapat dimanfaatkan kembali. “Dengan demikian areal sawahnya tidak beralih fungsi menjadi areal perkebunan dan mengamdalkan beras infor, padahal kita memiliki lahan yang luas,” terang Bupati.

Kepada pera keuchik baru dia berpesan  agar dapat menyatukan  masyarakat gampong dalam kaitan intrik Pilcik sehingga tak ada lagi perbedaan kelompok di gampong, semua bersatu padu kembali membangun gampong menuju perubahan.

Acara antar tugas camat ini turut dihadiri Sekdakab Drs. H. Harmaini,M.Si, serta Asisten  Pemerintahan, kepala dinas, badan dan kantor serta para kabag dalam lingkup Pemkab Aceh Selatan.(Pemkab)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*